SURABAYA - Surya- Polwiltabes Surabaya memeriksa 19 orang saksi terkait kebakaran di Redboxx, Senin (28/6). Mereka yang diperiksa sebagian besar adalah karyawan dan saksi lain yang selamat, serta pemilik Redboxx.
“Sampai hari ini ada 19 orang yang kami minta keterangan, termasuk pemilik Redboxx,” kata Kasatreskrim Polwiltabes Surabaya AKBP Anom Wibowo.
Namun, tentang penyebab kebakaran masih menunggu hasil labfor kira-kira tiga hari lagi. Sebagian besar saksi menyebutkan, awal api muncul dari celah sofa dan korden yang ada di bagian Lounge.
Apakah masih ada korban lainnya direruntuhan bangunan Redboxx yang terbakar itu itu ? Anom belum bisa memastikan, penyisiran terhadap korban menurutnya terus dilakukan.
Sementara tiga jenazah yang tak dikenali identitasnya dari 11 korban kebakaran Diskotek Redboxx, masih diidentifikasi di ruang instalasi forensik RS Bhayangkara Polda Jatim. Tiga jenazah itu, dua wanita dan satu laki-laki.
Berdasarkan laporan keluarga dan kerabat korban yang mengetahui ketiganya terakhir kali di Redboxx, mengarah pada Wina, Hana dan Yahya Martin.
Dugaan jenazah Wina menguat saat kakak kandung Wina bernama Windi mendatangi ruang forensik dengan membawa bukti ijazah, kartu keluarga, dan foto korban, Senin (28/6).
Jenazah perempuan lainnya diduga kuat Hana, mengingat Hana adalah rekan Wina dari Bandung dan pada saat kejadian keduanya tidak diketahui keberadaannya. Sementara dugaan jenazah laki-laki adalah Yahya Martin member Redboxx yang tinggal di Dukuh Kupang.
Kabag Humas Dik Lit Kes Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, drg G Tri Pangesti MKes menjelaskan, sudah ada laporan dari pihak keluarga yang diterima tim dokter forensik terkait identitas ketiga jenazah. Sedang dokter forensik AKBP dr Heri Wijatmoko menyatakan, pihaknya belum menetapkan identifikasi ketiga jenazah terakhir.niit/rey
Editor : jps