Home » Nasional & Politik

Dokter Kangean Dibunuh Desertir

Karena Berebut Ponsel Butut
Madiun - SURYA-
Setelah misterius selama 10 hari, polisi akhirnya berhasil menguak kasus pembunuh dokter Kangean Wibisono, 76. Dokter pensiunan RSUP dr Soedono Madiun itu, dibunuh seorang desertir TNI yang ingin merebut ponsel butut milik korban.
Tersangka Wendy Pradita alias Andre, 22, ditangkap petugas Polresta Madiun di Bekasi, dan langsung diserahkan ke Denpom TNI AD Madiun untuk diproses melalui pengadilan militer.

Berdasarakan keterangan yang berhasil dihimpun Surya, tersangka kelahiran Madiun 1987 ini bertugas di Batalyon Infanteri (Yonif) 500/Raider Kodam V/Brawijaya di Surabaya dengan pangkat prajurit dua (prada). Dia berada di Madiun karena mengikuti ibunya di Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, dan sesekali menjenguk ayahnya yang bekerja sebagai pelatih di Magetan.

Selain itu, tersangka juga memiliki kekasih, yang kosnya bertetangga dengan rumah korban di Jl Bali No 8, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo. Berawal, dari perkenalan saat menjenguk kekasihnya itulah, awal mula tersangka mengenal dokter Kangean Wibisono.

Sedangkan, ikhwal penangkapan tersangka berawal dari laporan di TKP (tempat kejadian perkara), bahwa ponsel butut milik korban hilang. Polisi sempat mengetahui, nomor ponsel tersebut aktif setelah korban ditemukan tewas bersimbah darah, Sabtu (19/6) pagi.

Melalui pelacakan, ponsel itu ternyata digunakan di Jakarta dan Bekasi. Penemuan ini mengarahkan petugas hingga akhirnya tersangka ditangkap di Bekasi.

Kapolresta Madiun, AKBP Aldrin Hutabarat mengatakan, tersangka diserahkan ke Denpom Madiun karena masih tercatat sebagai anggota TNI berdasarkan keterangan Denpom Madiun. Dia tidak merinci tentang tersangka. “Silakan tanya langsung ke Denpom Madiun saja. Yang jelas kan sudah dilihat. Kalau benar, semua kasusnya diserahkan ke Denpom Madiun,” terangnya kepada Surya, Senin (28/6).

Selain itu, Aldrin menjelaskan, motif pembunuhan itu karena tersangka mengambil dua ponsel milik korban. Rencananya, ponsel itu akan dijual untuk pulang ke Bekasi. Namun, tersangka tepergok korban, sehingga dia memilih menghajar korban menggunakan tangan kosong hingga mengalami luka-luka di sejumlah bagian tubuh dan kepala korban.

Tersangka ditangkap di Bekasi Jumat (25/6). Tetapi, baru tiba di Madiun, Senin (28/6) subuh. Komandan Denpom V/I Madiun Letkol CPM Subur Pambudi membenarkan, Wendy Pradita anggota TNI AD yang desersi tujuh bulan. Hingga kini penyidik Denpom masih mengembangkan motif pembunuhan yang dilakukan tersangka.

Seperti diberitakan sebelumnya, dokter Kangean Wibisono ditemukan tewas di rumahnya berlumuran darah. Meski dugaan pembunuhan mengemuka kuat, tetapi tidak ada saksi karena dokter lansia itu tinggal seorang diri di rumahnya.nwan

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "