Jelang Pilwali Surabaya, 2 Juni Distribusi Surat Suara Lancar
Surabaya - Surya- Meski masa kampanye telah berakhir, para calon wali kota dan calon wakil wali kota Surabaya, tidak menghentikan aktivitasnya. Untuk menghindari sempritan Panwas Pilwali, mereka bergerak dengan tidak menggunakan aksesoris yang berbau kampanye.
Masa kampanye Pilwali Surabaya yang berlangsung sejak 16 Mei sudah berakhir pada Sabtu (29/5). Namun hingga Minggu (30/5) para kandidat tak menghentikan kegiatan yang mendatangkan massa.
Pilwali Surabaya yang akan berlangsung pada Rabu (2/6) diikuti lima pasang Cawali-Cawawali, yakni H Bagyo Fandi Sutadi - Mazlan Mansyur (Dimaz), Fandi Utomo - Yulius Bustami (Fuyu), Arief Afandi - Adies Kadir (CACAK), Tri Rismaharini - Bambang DH )Ridho) dan pasangan calon independen Fitradjaja Purnama - Naen Soeryono.
Menurut pantauan Surya, Minggu (30/6), empat pasang kandidat tetap menggelar acara “tebar pesona” dengan aman.
Namun Panwas Kota Surabaya ketika dikonfirmasi mengatakan tidak ada pelanggaran dalam kegiatan para kandidat. Panwas tetap menerjunkan tim memantau seluruh aktivitas para calon.
“Tidak masalah sepanjang tidak ada kegiatan yang menjurus kampanye misalnya menganjurkan mencoblos dan atribut kampanye,” jelas Andreas Pardede, Anggota Divisi Pengawasan Panwas Kota Surabaya.
Pasangan BF Sutadi - Mazlan Mansyur mengisi masa tenang dengan menggelar tirakatan di kediamannya Jalan Barata Jaya XXI No. 20 Surabaya. Acara tersebut mengundang anak yatim piatu dari pondok pesantren di sekitar Bratang Surabaya untuk membacakan doa demi kemenangan dan keselamatan Dimaz.
Sementara pasangan Fandi Utomo - Yulius Bustami menggelar pembekalan saksi yang mendatangkan 6.000 orang di GOR Pantjasila, Jalan Indragiri Surabaya, Minggu (30/5).
Di tempat terpisah, pasangan Arif Afandi - Adies Kadir mengadakan pengajian dan istigofsah di rumah Arif Afandi di perumahan Kutisari Indah Selatan Surabaya. Arif mengundang jamaah dari berbagai pondok pesantren dan warga sekitar.
Sedangkan pasangan Tri Rismaharini - Bambang DH menggelar kegiatan terpisah. Cawali Risma menghadiri acara Reuni Jurusan Arsitektur ITS Angkatan 1980 (A–15) di Kampus ITS, Minggu (30/5).
Cawawali Bambang DH yang saat ini masih menjabat wali kota Surabaya bertemu dengan pimpinan Gereja Bethany Pendeta Abraham Alex Tanuseputra.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor gereja Bethany tersebut, Bambang DH sempat didoakan Pendeta Alex agar terpilih bersama Calon Wali Kota Tri Rismaharini dalam pilwali 2 Juni lusa.
Hingga semalam, pasangan calon independen Fitradjaja - Naen Soeryono tidak terpantau apakah juga melakukan kegiatan yang mengumpulkan massa atau tidak selama minggu tenang.
Andreas bersama Ketua Panwas Kota Surabaya Wahyu Haryadi sempat turun langsung mengintip acara pembekalan saksi Fuyu di GOR Pantjasila. “Kami tidak menemukan pelanggaran,” jelas Andreas.
Begitu pula dengan kegiatan pengajian yang digelar di kediaman para cawali-cawawali tidak bisa dijerat dengan pelanggaran kampanye, karena semuanya bersih dari atribut dan ajakan untuk mencoblos calon tertentu.
Seperti diketahui usai masa kampanye (16-29 Mei), KPU menetapkan tiga hari (30,31 Mei dan 1 Juni) sebagai masa tenang. Dalam tiga hari tersebut seluruh pasangan dilarang menggelar kampanye termasuk memasang atribut kampanye.
Oleh sebab itu, kemarin malam Panwas juga menggelar penertiban atribut kampanye yang masih tersisa di sejumlah lokasi. Menurut pantauan Surya, atribut kampanye yang dipasang di lokasi jalan protokol telah jauh berkurang dibandingkan pada masa kampanye.
Namun di sejumlah titik masih ditemukan beberapa atribut kampanye meski tidak terlalu menonjol. Hingga Minggu (30/5) di Jalan A Yani Surabaya serta Jalan Diponegoro masih berkibar sejumlah bendera berukuran kurang dari satu meter persegi bergambar pasangan Fuyu.
Begitu pula di jalan Darmawangsa masih berdiri kokoh baliho ukuran sekitar 3 x1 meter bergambar pasangan Fuyu.
Sedangkan di sebelah utara SMU Khadijah, Wonokromo, masih terpasang spanduk dukungan terhadap Bambang DH.
Di beberapa tempat lain, atribut bergambar Arif Afandi - Adies Kadir, Sutadi - Mazlan, serta Fitradjaja - Naen, juga masih terlihat. Belum semuanya bersih.
“Kami akan membersihkan seluruh atribut kampanye yang belum diturunkan oleh tim sukses masing-masing pasangan,” tegas Andreas.
Anggota Panwas Kota Surabaya, Soeparno, mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan tim sukses sejak masa kampanye terkait pembersihan atribut.
“Kita sudah sampaikan, sejak berakhirnya masa kampanye pada 29 Mei atau tepat pukul 00.00 pada 30 Mei, seluruh alat peraga kampanye harus sudah dibersihkan,” ujar Soeparno.
Pada aksi penertiban Minggu (30/5) malam, 4 anggota Panwas bekerjasama dengan Satpol PP yang mengerahkan 60 personel, Bakesbang Linmas dengan 60 personil, Dinas Kebersihan dan Pertamanan 40 personel. Hadir pula personel kepolisian dari Polwiltabes Surabaya sebanyak 60 orang.
Panwas juga telah menerima laporan distribusi surat suara oleh KPU Surabaya yang telah mencapai tingkat kelurahan atau PPS (Panitia Pemungutan Suara). KPU Surabaya telah menggelar distribusi 2,1 juta surat suara sejak Senin (24/5).
“Hasil laporan pemantauan di tingkat kecamatan tidak terdapat pelanggaran baik dari jumlah maupun kualitas. Sedangkan laporan distribusi di PPS belum kami terima hasilnya,” jelas Andreas.
Selain tetap bergerak di masa tenang, beberapa cawali juga memanaskan suasana dengan memaparkan hasil survei masing-masing kubu tentang siapa yang berpeluang menang dalam pilwali Surabaya 2 Juni lusa. nytz/aru
Editor : jps