Graz - Surya- Penampilan tidak istimewa kembali ditunjukkan Inggris dalam persiapan menuju Piala Dunia 2010. The Three Lions—julukan Inggris yang difavoritkan menjadi juara dunia tahun ini, ternyata belum juga produktif dalam urusan mencetak gol, bahkan mereka nyaris dipermalukan Jepang.
Tertinggal lebih dulu, Inggris malah tertolong dua gol bunuh diri pemain Jepang dan akhirnya menang 2-1 pada laga uji coba yang digelar di UPC Arena, Austria, Minggu (30/5) malam.
Ya, meski menang, ketidakmampuan pemain-pemain Inggris menjebol gawang Jepang, menyisakan tanda tanya besar. Terutama mengenai sejauh mana ketajaman lini depan Inggris. Padahal pelatih Inggris Fabio Capello memainkan duet striker yang di Premiership musim 2009/10 meraih gol terbanyak, Wayne Rooney dan Darren Bent.
Capello melakukan banyak perubahan dari skuad yang menang 3-1 atas Meksiko, Senin (24/5) lalu. Tiga pemain Chelsea masing-masing John Terry, Ashley Cole, dan Frank Lampard yang sebelumnya disimpan, kali ini bermain sebagai starter.
Dengan skuad seperti itu Inggris (peringkat 8 FIFA), seharusnya bisa menang atas Jepang yang berada 37 strip di bawah mereka. Tetapi yang terjadi, justru Jepang yang tampil mengejutkan.
Di menit ketujuh, gawang Inggris jebol lewat gol Marcus Tulio Tanaka. Bek kelahiran Brasil ini ikut merangsek naik ketika Jepang mendapat tendangan sudut dan mendapati bola berada di kakinya yang langsung disambarnya, 1-0.
Inggris seharusnya bisa menyamakan skor jika saja Aaron Lennon lebih tenang ketika mendapatkan peluang di menit ke-18. Sepakan kaki kiri Lennon setelah menerima sodoran Rooney bisa ditepis kiper Jepang, Eiji Kawashima.
Di awal babak kedua, Capello melakukan lima pergantian. Kiper Joe Hart masuk menggantikan David James, Jamie Carragher menggantikan Glen Johnson. Di tengah, Steve Gerrard mengisi posisi Tom Huddlestone dan Shaun Wright-Phillip diplot mengisi peran Theo Walcott. Sementara Joe Cole menggantikan Darren Bent. Itu berarti Capello memainkan pola 4-5-1 dengan menempatkan Roney sebagai striker tunggal.
Inggris mendapat hadiah penalti di menit ke-56 setelah free kick Lampard mengenai tangan Keisuke Honda, gelandang Jepang. Tetapi Lampard yang bertugas sebagai eksekutor gagal. Bola sepakan Lampard ke kanan bisa diblok Kawashima.
Ini kegagalan kedua Lampard mengeksekusi penalti setelah 16 Mei lalu juga gagal saat Chelsea melawan Portsmouth di final Piala FA. Padahal Lampard adalah salah satu andalan penendang penalti Inggris. Jelas itu bukan kabar bagus. Sebab, bukan rahasia jika penalti menjadi momok bagi Inggris di turnamen besar.
Inggris beruntung diselamatkan dua gol bunuh diri. Di menit -70, Tanaka yang di babak pertama menjebol gawang Inggris, kali ini menjabol gawangnya sendiri setelah keliru membelokkan crossing Joe Cole, 1-1. Dan delapan menit jelang bubaran, Inggris kembali terbantu oleh gol bunuh diri. Kali ini oleh Yuji Nakazawa. Upayanya menghalau sepakan Ashley Cole, justru masuk gawang sendiri. Inggris pun menang 2-1.
Uji coba melawan Jepang menjadi ajang terakhir bagi Capello untuk mendapat referensi 23 nama pemain Inggris yang akan dibawanya Afrika Selatan. Selasa (1/6) besok, Capello akan menelpon tujuh dari 30 pemain, yang akan dicoret dari skuad.
“Saya belum mendapatkan 23 nama, mungkin baru 20. Akan berat bagi saya mengatakan kepada pemain bahwa mereka tidak akan saya bawa karena semua pemain telah berlatih dengan baik. Tetapi saya harus memilih,” tegas Capello.
Menurut rilis versi pers Inggris, beberapa nama yang terancam dicoret diantaranya bek Michael Dawson, gelandang Shaun Wright-Phillips, Scott Parker dan Tom Huddlestone. Serta striker Darren Bent yang di laga kemarin tampil sebagai starter tetapi sudah diganti di babak kedua.
Nama lain yang juga belum aman adalah bek kiri Leighton Baines dan Stephen Warnock yang berebut menjadi pelapis Ashley Cole. Sementara Joe Cole bakal bersaing dengan Adam Johnson untuk satu tempat di posisi winger.
Inggris berada di Grup C yang oleh para petaruh disebut tidak terlalu berat. Inggris tergabung bersama AS, Aljazair dan Slovenia dan diprediksi akan lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup. Tetapi jika merujuk dua penampilan Inggris selama uji coba, prediksi itu bisa buyar.
Sebaliknya bagi Jepang, meski kalah, penampilan mereka melawan Inggris cukup lumayan dbandingkan hasil di dua laga sebelumnya di mana Tim Samurai Biru–sebutan Jepang kalah beruntun, 0-3 dari Serbia (7/4) dan 0-2 dari Korsel, Senin (24/5) lalu. nfifa/sn/had
Editor : jps