Home » Malang Raya

Lapor Anaknya ‘Diculik’ 8 Tamu

DAU - Surya- Entah ini kasus dugaan penculikan atau ada motif lain. Norman, 31, dilaporkan hilang karena sudah beberapa hari ini tak pulang setelah diajak pergi delapan orang, yang mengaku asal Pamekasan.

Kasus ini dilaporkan oleh ayah Norman, Iskandar, 62, warga Jl Kemuning, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, ke Polres Malang. Saat diajak pergi dari rumahnya oleh delapan orang yang diduga penculiknya, Norman membawa sepeda motor Honda Vario.

Itu terjadi Jumat (14/5) siang lalu. Namun hingga kini Norman belum pulang sehingga orangtuanya khawatir terjadi sesuatu yang tak baik pada anaknya. Apalagi sebelum dia meninggalkan rumahnya sempat terjadi keributan kecil antara Iskandar dengan delapan orang yang salah satunya diketahui beriinisal Us, asal Galis, Pamekasan. Dugaannya, Norman diajak ke Galis.

AKP Wachid Arifaini Sag SH, Kapolsek Dau mengatakan, motif kasus ini tak jelas. Ia menjelaskan, saat berlangsung keributan di rumah Iskandar, Jumat (14/5) lalu, ada petugas kepolisian yang sempat melihat langsung peristiwa itu. Ia mengatakan, petugas bisa sampai di rumah itu karena mendengar ada ribut-ribut dari rumah Iskandar, yang hanya jaraknya beberapa meter saja dari mapolsek .

Setelah petugas datang, ternyata Iskandar sedang tengkar mulut dengan delapan orang, yang kemungkinan besar sudah dikenalnya. Penyebabnya, sepintas yang didengar petugas, soal utang piutang. Namun tak jelas siapa yang punya utang namun ke delapan orang itu marah.

“Petugas mendengar sendiri ada pertengkaran sehingga mendatangi rumah dia. Masalahnya, tak jelas namun sepintas soal utang piutang. Karena masalahnya seperti itu, petugas hanya mendamaikan saja. Setelah itu masalah dianggap beres,” tutur Wachid, Minggu (30/5).

Mengenai dugaan penculikan, kapolsek belum yakin. Alasannya, Norman meninggalkan rumahnya dengan diketahui keluarganya. Bahkan kata petugas yang menyaksikan, tidak ada larangan secuilpun keluar dari mulut Iskandar atau anggota keluarga lain. Bahkan, ada kesan Iskandar membiarkan anaknya pergi bersama delapan orang itu.

Namun anehnya, setelah anaknya pergi beberapa jam, Iskandar datang ke Polsek Dau, dengan melaporkan tuduhan penculikan yang menimpa anaknya. Ia bahkan menyebutkan, anaknya itu dilarikan oleh delapan orang tamunya.

Karuan petugas, kaget dan heran dengan laporan Iskandar itu. Jika diculik, kata Wachid, mengapa Iskandar tak melawan atau berteriak ketika anaknya pergi dengan delapan orang itu. Apalagi rumahnya sangat dekat dengan polsek sehingga petugas akan dengan cepat bisa menolongnya.

Namun setelah anaknya pergi, dia baru melapor. “Nggak tahu apa motif dia melapor seperti ini. Kata anggota, dia melihat dan membiarkan anaknya pergi,” ungkapnya.

Iskandar belum berhasil dikonfirmasi karena telepon selulernya dihubungi berkali-kali tak diangkat.nfiq

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "