Home » Jatim Raya

Gerbong Sesak, Nekat Berdiri

Puncak Arus Balik Liburan
Madiun - SURYA-
Ratusan penumpang Kereta Api (KA) dari Stasiun Madiun nekat naik gerbong meski tempat duduk sudah penuh. Mereka terpaksa berdiri dan berdesakan di pintu masuk gerbong, pada hari terakhir libur panjang yang menjadi puncak arus balik, Minggu (30/5).

Pemandangan itu terjadi tatkala KA Sri Tanjung jurusan Jakarta - Banyuwangi singgah di Stasiun Madiun. KA Sri Tanjung sebelum masuk Stasiun Madiun sudah dipenuhi penumpang, sehingga penumpang dari Stasiun Madiun tak kebagian tempat, dan harus berdiri berdesak-desakan.

Paimin, 42, lelaki asal Madiun mengaku terpaksa hari itu kembali ke Surabaya, karena Senin (31/5) sudah harus masuk kerja. Walau berdesak-desakan, dia memaksa naik KA Sri Tanjung. Alasannya, sejumlah KA sebelumnya juga dipenuhi penumpang. “Yang penting dapat sampai di Surabaya tepat waktu dan terangkut dengan selamat. Mau masuk gerbong sudah berdiri semua penumpangnya,” terangnya kepada Surya, Minggu (30/5).

Petugas loket Stasiun Madiun, Wahyu Triono menjelaskan, penumpang KA kelas ekonomi sejak pagi hingga siang berjumlah 701 orang. Sebagian besar memilih tujuan ke Surabaya, Banyuwangi, dan Jakarta. “Jika dengan jumlah penumpang sampai Minggu malam, penumpangnya bisa sampai 1.200 orang. Terjadi kenaikan sekitar 30 persen dibanding hari libur biasa, yang biasanya hanya sekitar 750 - 800 orang sehari,” tandasnya.

Copet Gentayangan

Membeludaknya penumpang KA dimanfaatkan oleh para pencopet beraksi di Stasiun Bojonegoro. Di tengah ramainya stasiun, dua penumpang mengaku telah menjadi korban pencopetan Minggu (30/5) siang. Mereka adalah Ruslan, 54, warga Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro dan Maryanto, 28, warga Purwodadi, Jawa Tengah. “Uang saya hilang Rp 300.000, saat saya sedang antre untuk membeli tiket,” aku Maryanto.

Uang tersebut disimpan di saku celananya. Kemudian, setelah membeli tiket jurusan Purwodadi ia bermaksud memindahkan uang terrsebut ke dompet. Namun, dirogoh-rogoh sakunya, uang itu sudah tidak ada lagi di tempatnya.

Demikian halnya yang diungkapkan Ruslan. Dia mengaku hendak kembali ke Surabaya setelah pulang kampung tiga hari di Bojonegoro. Tanpa sadar, dompet berisi uang dan sejumlah surat berharga lainya hilang disikat copet.

Hari terahir libur panjang, kemarin membuat Stasiun Bojonegoro membeludak pengunjungnya. Sedikitnya ada 800 orang penumpang yang kemarin siang berangkat ke Surabaya dari Stasiun Bojonegoro. Jumlah itu masih ditambah dengan penumpang tujuan Semarang yang jumlahnya mencapai kisaran 900 orang. Tak pelak, kondisi itu membuat Stasiun Bojonegoro berjubel orang.

“Pilih KA karena murah,” kata Yanto, salah satu penumpang tujuan Surabaya. Ia mengaku hanya butuh uang Rp 3.000 untuk sampai ke Surabaya.

Meski banyak penumpang, keberangkatan KRD jurusan Surabaya dikurangi menjadi hanya sekali saja dalam sehari. Hal ini semakin membuat KA sesak penumpang.nwan/st31

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "