SEOGWIPO | SURYA - Korea Selatan (Korsel) terus menekan China agar mau mengeluarkan kecamannya terhadap sekutunya, Korea Utara (Korut). Hal ini terkait peristiwa tenggelamnya kapal perang Korsel, Cheonan yang ditorpedo Korut bulan Maret lalu. Sebanyak 46 pelaut Korsel tewas dalam peristiwa ini.
Meski tekanan terus menguat, China hanya memberikan ucapan belasungkawanya pada pemerintah Korsel. China tidak mau berpihak pada negara manapun yang diduga bersalah atas serangan tersebut. Hal ini terungkap ketika Perdana Menteri China, Wen Jibao akan melakukan pertemuan dengan pemimpin Korsel dan Jepang dalam pertemuan tiga pihak di pulau selatan Korea, Jeju, Sabtu (29/5).
Wen Jibao berharap pertemuan tiga negara ini akan membantu terciptanya perdamaian. Pertemuan yang digelar selama dua hari ini sebenarnya memfokuskan pada isu-isu ekonomi. Namun, tidak menutup kemungkinan akan dibahas pula tentang peristiwa tenggelamnya kapal Cheonan.
“Saya harap pertemuan ini akan menghasilkan keputusan yang solid, yaitu kami akan bersama-sama mencoba menciptakan perdamaian dunia,” ujar Wen Jibao.
Mengenai insiden Cheonan, menurut Wen, China akan mengambil posisi setelah adanya “penilaian yang obyektif dan fair”, terkait bukti-bukti yang ada.
Perdana Menteri Jepang, Yukio Hatoyama, sebelum menuju pertemuan, ikut memberikan penghormatannya di pemakaman 46 pelaut Korsel yang tewas dalam insiden kapal Cheonan.
Hasil investigasi tim internasional pekan lalu menemukan jika torpedo Korut lah penyebab tenggelamnya kapal. Presiden Korsel, Lee Myung-bak menuntut agar Korut dibawa ke pengadilan internasional. Namun, pihak Korut menolak bertanggung jawab dan mengancam jika ada hukuman bagi mereka, maka akan terjadi perang.
Sumber : ap/bbc
Penulis : tis
Editor : Sugeng Wibowo