Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, kamar 307 memang disewa pria yang menyerahkan KTP atas nama Muhammad Zulfiqqar. Dia check in sejak Senin (24/5) di kamar bertarif Rp 140.000 itu,
Selama menginap, Zulfiqqar tidak mengizinkan room boy masuk ke kamar. “Setiap pukul 12.00 WIB, kamar kan dibersihkan. Tapi, tamu ini menolak,” ujar Solikin, Satpam Hotel Asia.
Setiap pukul 12.00 WIB, lanjut Solikin, penyewa kamar turun ke receptionis, membayar sewa kamar. Hal itu dilakukan setiap hari, sejak Senin. “Saya tidak tahu orangnya. Tapi, kata teman-teman, kalau siang hari bayar hotel,” jelasnya.
Menurut petugas hotel lainnya, Kamis (27/5) malam, Zulfiqqar tidak keluar. Tapi ada cewek yang menelepon ke hotel setelah di-SMS korban. Isi SMS adalah korban akan bunuh diri. Setelah petugas kamar hotel ke lantai III untuk menyampaikan telepon itu, penghuni kamar tidak mau. “Katanya tidak kenal, sehingga tidak mau turun,” kata salah satu petugas hotel.
Jumat (28/5) siang, korban tak kelihatan di kamar dan tidak membayar kamar. Muzamil, room boy hotel, membuka kamar dengan kunci duplikat. Begitu pintu terbuka, di lantai kamar ada ceceran darah. Seketika itu, Muzamil melaporkan ke petugas keamanan hotel dan diteruskan ke Polsek Bubutan, Polres Surabaya Utara, dan Polwiltabes Surabaya.
Kapolres Surabaya Utara AKBP Djoko Hariutomo mengaku belum bisa memastikan apakah terjadi pembunuhan atau bunuh diri, karena tidak ada jenazah. “Kami sudah minta anggota mengecek ke RS terdekat barangkali pelaku atau korban ada di sana,” tutur AKBP Djoko.nmif
Editor : jps