Home » Nasional & Politik

Jago PDIP Ungguli Demokrat di Blitar

BLITAR - Surya- Dari hasil penghitungan cepat yang dilakukan secara manual oleh dua lembaga, yakni Forum Peduli Pilkada Bersih Blitar (FPPB) dan internal PDI Perjuangan menunjukkan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Blitar nomor urut dua, Samanhudi Anwar-Purnawan Buchori (SAMPURNA) untuk sementara unggul. Berdasarkan real count yang dilakukan FPPB pasangan cawali yang diusung PDIP, PKB, dan partai nonparlemen ini berada di puncak pimpinan dengan perolehan 31.654 suara atau sekitar 42,10 persen.

Angka tersebut tidak terpaut jauh dengan penghitungan cepat yang dilakukan oleh internal PDIP sebesar 31.367 atau sekitar 42,72 persen.

Sedangkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar baru melakukan penghitungan pada Selasa (1/6) depan. Hal itu menunggu hasil penghitungan yang dilakukan oleh tiap Panitia Pemilih Kecamatan (PPK). “Setelah kemarin dilakukan penghitungan di TPS, kemudian dilanjutkan di PPK. Hasil dari penghitungan PPK tersebut akan dikirim ke KPU dan dilakukan penghitungan lagi,” kata Ketua KPU Kota Blitar Abdul Basyid dihubungi, Jumat (28/5).

Metode real count yang dilakukan FPPB dengan cara menyebar sekitar 400 relawan di 233 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Setiap relawan mengabarkan hasil penghitungan suara di setiap TPS dengan cara mengirim SMS. Lalu, data tersebut direkap per kecamatan dan diolah melalui komputer. “Kemudian baru muncul data keseluruhan dari tiga kecamatan,” kata Sugeng dari Media Center FPPB Kota Blitar.

Dari hasil real count tersebut, SAMPURNA (Samanhudi-Purnawan) berhasil memperoleh 31.654 suara dari jumlah total 75.176 Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang sah, atau sebesar 42,10 persen. Sedangkan pada urutan kedua ditempati pasangan cawali nomor urut tiga Anang Triono-Bambang Gunawan yang didukung oleh koalisi Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dengan perolehan suara 17.765 atau sebesar 23,63 persen. Disusul pasangan cawali nomor urut kelima Heru Surnaryanta-Sholih Mu’adi yang menempati urutan ketiga. Pasangan calon yang diusung oleh Partai Demokrat itu memperoleh suara 16.561 atau 22,02 persen.

Sedangkan peringkat keempat yaitu pasangan nomor urut satu, Endro Hermono-dr Azhar Anwar yang diusung oleh PPP, dan PKS mendapat perolehan suara 7.300 atau 9,71 persen. Untuk urutan terakhir ditempati pasangan nomor urut empat dari jalur independen, Zaenudin-Masrukin yang hanya memperoleh 1.896 atau 2,52 persen.

Sementara itu, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Blitar mencatat sedikitnya 30 pelanggaran selama Pilwali Kota Blitar. Dari 30 pelanggaran tersebut, 25 pelanggaran merupakan pelanggaran kategori administrasi. Sedangkan, 5 pelanggaran lainnya kategori pidana. Pelanggaran pidana meliputi money politics dan pencurian start kampanye.

Ketua tim pemenangan SAMPURNA Islan Gatot Imbata yakin calonnya menang dalam Pilwali 2010-2015. Hal tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan tim internal PDIP dan FPPB. Selain itu, informasi sementara yang diterima KPU menunjukkan pasangan SAMPURNA berhasil unggul hampir di seluruh TPS.

“Saya kira penghitungan yang sudah kami lakukan valid, sebab hasilnya tidak terpaut jauh dengan hasil survei yang dilakukan lembaga lain,” jelas Wakil Ketua DPC PDIP Kota Blitar itu.

Islan lebih yakin lagi kalau calonnya menang, karena Kota Blitar merupakan salah satu basis PDIP yang mempunyai pendukung militan. Militansi PDIP mengalahkan pendukung Demokrat sekalipun. “Suara PDIP di Kota Blitar tidak diragukan lagi,” tegasnya.

Lebih lanjut Islan menambahkan, saat ini di rumah Samanhudi dibanjiri para pendukung, simpatisan, dan rekan-rekan cawali. Mereka datang untuk memberikan ucapan selamat. Meskipun demikian, pihaknya tetap menunggu hasil perhitungan manual yang dilakukan KPU. “Sambil menunggu penetapan, kami akan menggelar syukuran atas kemenangan calon kami,” terangnya. nst34

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "