BEIJING - Surya- Potret kemiskinan di China kembali menjadi pemberitaan. Kali ini terungkap melalui sosok Yong Fai, 8, yang diikat ayahnya, Yong Tsui, dengan rantai di tiang listrik di tengah Kota Wuhan. Tak hanya diikat semata-mata, sang ayah ternyata mencoba menjualnya kepada orang asing yang lewat di sana.
Yong Tsui meletakkan meja kecil di samping Fai. Di atasnya ada tulisan berisi informasi mengenai nama, usia, dan kemampuannya untuk bekerja keras agar menarik pembeli. Yong Tsui menerima tawaran harga jual dari orang asing untuk segera membawa anaknya.
Ketika beberapa orang bertanya padanya, pejalan kaki yang lain merasa tindakan Yong Tsui sangat keterlaluan. Mereka meminta agar ia berhenti menjual anaknya. Awalnya Yong Tsui menolak, yang justru menimbulkan kemarahan para pejalan kaki tersebut dan mulai menghajarnya.
Polisi kemudian membawa Yong Fai ke rumah penampungan. Menurut juru bicara kepolisian, Yong Tsui mengaku tak mampu membesarkan anaknya sendirian, setelah ibunya meninggal tiga tahun yang lalu.
“Ia tidak memiliki pekerjaan, rumah maupun uang. Menurutnya ia tidak tertarik dengan uang, hanya mencarikan rumah untuk anaknya,” ujar polisi tersebut.
Yong Tsui mengaku pernah membaca koran awal tahun lalu mengenai Cheng Jingdan, 2, dan terinspirasi keberuntungannya. Jingdan, adalah bocah yang dirantai ayahnya, Chen Chuanliu di Beijing beberapa waktu lalu. Chuanliu terpaksa merantainya di pinggir jalan karena takut anaknya hilang saat ditinggal menarik ojek. Mengingat ibunya tidak mampu merawatnya di rumah.
Chuanliu takut Jingdan hilang diculik. Mengingat kakak Jingdan, Jinghong, 4, diculik orang tak dikenal. Kemungkinan besar Jinghong diculik di jalanan Kota Beijing. Kedua orangtuanya terlalu miskin untuk memiliki fotonya, sehingga polisi tidak bisa melacak apa-apa berdasarkan deskripsi orangtuanya.
Setelah kasus ini mencuat di media, seorang dermawan membawa Jingdan ke rumah penitipan anak di Beijing. Dermawan inilah yang membiayai seluruh kebutuhannya. Nampaknya Yong Tsui ingin anaknya mendapat “keberuntungan” yang sama seperti Jingdan.
Pekan lalu, pihak kepolisian di Wuhan juga membebaskan dua remaja perempuan yang dirantai di bawah tanah selama setahun. Mereka ditemukan dalam kondisi telanjang dan menyedihkan. Mereka bisa dibebaskan setelah seorang tukang reparasi menemukan catatan bahwa mereka ingin diselundupkan keluar dengan cara bersembunyi di dalam televisi rusak.
“Tolong! Saya telah ditahan di ruang bawah tanah selama lebih dari setahun,” tulis mereka dalam catatan tersebut.
Kedua remaja berusia 16 dan 19 tahun ini juga mengikutsertakan gambar tempat “penjara” yang mereka tinggali, juga salah satu telepon ayah-ayah mereka. Polisi kemudian menangkap tersangka bernama Zeng Xiangbao, 39, yang saat ini masih ditahan di penjara setempat dengan tuduhan melakukan tindak kekerasan dan perkosaan. nmail/tis
Editor : jps