SURABAYA – SURYA- Musim giling tebu yang diperkirakan dimulai pertengahan Mei mendatang, tidak hanya akan memperkuat pasokan gula konsumsi di pasar, namun dipastikan berpotensi menyerap pekerja baru.
Di Jatim, potensi penyerapan pekerja musiman diperkirakan minimal 27.000 orang.
Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Arum Sabil mengatakan, musim giling yang berlangsung sekitar 6-7 bulan akan membawa angin segar bagi petani dan masyarakat yang menggantungkan hidup pada kegiatan itu.
“Multiplier effect dari musim giling tebu cukup luas, khususnya terhadap lapangan pekerjaan, baik langsung maupun tidak langsung,” kata Arum, Kamis (29/4).
Dikatakannya, mereka yang menggantungkan hidup secara langsung di antaranya, pekerja tebang, tenaga pengangkut, sopir angkut tebu, pedagang kecil di sekitar pabrik maupun sawah. Mereka hanya bersifat musiman dan belum termasuk pekerja tetap di pabrik.
Arum mengasumsikan, rata-rata pekerja musiman yang dibutuhkan setiap pabrik gula (PG) sebesar 1.000-5.000 orang tergantung kapasitas produksinya. Artinya, di Jatim dengan 27 PG yakni 11 PG dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X dan 16 PG dikelola PTPN XI, potensi penyerapan tenaga musiman minimal 27.000 orang.
“Itu jumlah cukup besar di tengah besarnya angka pengangguran di Jatim. Apalagi, sebagian besar PG ada di kota-kota kecil hingga pedesaan,” papar anggota Dewan Gula Indonesia (DGI) ini.
Melihat kenyataan itu, Arum berharap keberadaan PG tetap dipertahankan, bahkan ditingkatkan kualitas dan kapasitas produksinya. Pasalnya, sekitar 80 persen bahan baku PG yang dikelola BUMN diambil dari petani.
“Kualitas gula yang dihasilkan ditentukan kedua pihak. Karena itu, petani butuh dibina,” tegas Arum.
Sekretaris Perusahaan PTPN XI, Adig Suwandi mengakui, ada beberapa hal memengaruhi pabrik memulai giling. Selain ketersediaan bahan baku tebu, juga adanya tenaga kerja.
“Untuk karyawan di PG, kondisi ini menjadi rutinitas. Namun tenaga musiman lebih banyak dibutuhkan di luar pabrik mulai tebang di sawah,” ulas Adig.
Sekretaris Perusahaan PTPN X Djoko Santoso juga mengungkapkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kesiapan giling tebu kepada 11 PG yang dikelola PTPN X. Jika mereka akan giling tebu sesuai jadwal, artinya ada bahan baku tebu termasuk tenaga kerja musiman yang diserap.
“Tahun ini, ada tiga PG yang menjadwalkan giling pada 8 Mei, yakni PG Gempol Kerep, PG Pesantren dan PG Ngadirejo. Sedang PG lain menyusul,” papar Djoko.ndio
Editor : jps