MALANG - SURYA- Kendaraan dinas di Kota Batu rawan digelapkan para pegawai dan pejabat Pemkot Batu lantaran kendaraan roda dua dan empat hasil hibah dari pemerintah provinsi dan pusat itu tidak dilaporkan ke dinas terkait.
“Kami menemukan cukup banyak kendaraan dinas dari pusat dan provinsi di Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta Dinas pertanian dan Kehutanan Kota Batu, yang BPKB-nya tak dilaporkan dan diserahkan ke bagian aset Pemkot Batu,” ujar Punjul Santoso, Ketua Komisi A DPRD Kota Batu, Kamis (29/4).
Temuan ini membuat anggota DPRD yang sidak ke tiga SKPD itu kaget, karena banyak kendaraan dinas selama ini dibawa pegawai SKPD tanpa pertanggungjawaban.
“Contoh kecilnya, saat pejabat itu pindah tugas mobil itu mereka bawa juga,” beber anggota dewan dari partai PDIP Perjuangan itu.
Dikatakan, aksi pejabat ini ternyata juga ditiru bawahan mereka. Bahkan sopir pun leluasa membawa sepeda motor milik dinas tertentu, meskipun mereka sudah tak lagi ditugaskan di dinas yang sama.
“Ini baru yang kami lihat. Lemahnya proses inventarisasi dari bagian aset, juga membuat kasus penggelapan kendaraan dinas mudah terjadi. Karena dari semula aset yang bergerak itu tidak pernah tercatat di bagian aset,” jelas Punjul.
Sementara itu, Plt Kabag Aset Pemkot Batu, Ahmad Suparto, mengaku pihaknya memang belum pernah melakukan inventarisasi untuk kendaraan roda empat dan dua dari pusat dan provinsi ke dinas dibawah mereka. Namun, bagian aset berjanji akan melakukan inventarisasi aset yang ada, sehingga aset bisa lebih tertata dan jelas. nrea
Editor : jps