Sejumlah Infrastruktur Rusak
Blitar - SURYA- Banjir yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir telah menimbulkan kerugian puluhan miliar di Jawa Timur akibat sejumlah infrastruktur rusak.
Di Kabupaten Blitar banjir menerjang tujuh kecamatan, hingga merusakkan 16 fasilitas umum (fasum) serta mengakibatkan kerugian sekitar Rp 6,4 miliar. Fasum yang rusak adalah 7 dam, 2 saluran irigasi, 2 jembatan, 3 ruas jalan, dan 2 talud (tebing sungai).
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Blitar Mangatas L Tobing, menuturkan, dari hasil pengecekan di lapangan, dampak dari banjir bandang diketahui adanya kerusakan di 16 titik.
Kerusakan dengan kerugian paling besar adalah putusnya jembatan di Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, yang merupakan jembatan utama penghubung dengan Kecamatan Doko senilai Rp 1,2 miliar. Jembatan dengan panjang sekitar 40 meter dan lebar 4 meter tersebut, putus total disapu banjir yang terjadi pada Selasa (27/4) sore.
Menanggapi bencana yang terjadi, anggota Komisi A Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Kabupaten Blitar Sukamdi, mengatakan, bencana ini terjadi akibat kurang diperhatikannya pemanfaatan lahan perkebunan oleh pemkab, sehingga banyak perkebunan yang beralih fungsi dari tanaman keras ke tanaman musiman.
“Akibatnya kondisi tanah menjadi labil, mudah erosi terjadi banjir dan longsor,” kata Sukamdi. Menurut informasi, dari sekitar 30.000 hektare lahan perkebunan di Kawisari, Desa Semen, Kecamatan Wlingi, yang berada di lereng Gunung Kawi, sekitar 85 persen di antaranya, telah berubah fungsi dari tanaman keras seperti kopi dan cengkeh.
Sementara kerugian banjir di sejumlah desa di Kecamatan Kasiman, Kedewan, dan Malo, Kabupaten Bojonegoro, ditaksir mencapai Rp 3,3 miliar. “Kami masih menghitung kerugian banjir bandang di wilayah Kasiman saja, kalau perhitungan sementara sedikitnya mencapai Rp 2 miliar,” kata Camat Kasiman, Darmawan.
Infrastruktur yang banyak rusak akibat banjir di Kabupaten Tuban adalah jembatan dan tebing sungai. Setelah Jembatan Kaligedhe terputus, jembatan penghubung Dusun Dokan dan Dusun Kaligedhe di Desa Galigedhe, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, ambrol akibat diterjang banjir. Warga pun tak lagi bisa memanfaatkan akses utama antardusun tersebut.
Saat ini, fondasi jembatan yang pernah direhab pada 2007 tersebut ambles hingga 7,5 meter. Hanya tersisa sekitar 60 cm di bagian pinggir yang memungkinkan untuk pejalan kaki melintas. Namun, kondisinya sangat berbahaya.nais/st31/ant
Editor : jps