* Markas Blower Lengang
BIREUEN - SURYA- Sebuah rumah permanen di kawasan Desa Cot Bada Barat, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen yang disebut-sebut pernah digunakan sebagai Kantor Perwakilan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) Wilayah Bireuen, sejak Selasa (27/4) sudah tak beraktivitas. Kondisi serupa juga terlihat di Kantor DK PBB ilegal, Kelurahan Sukaramai (Blower), Banda Aceh.
Menurut informasi yang diperoleh Serambi, hingga Senin (26/4) masih terlihat kesibukan di sebuah rumah permanen kawasan Cot Bada Barat. Rumah milik seorang warga setempat dikontrakkan untuk kantor yang dipimpin oleh seseorang yang berinisial Tgk Syi (48) asal Samalanga. Tak ada yang tahu persis kantor apa itu, namun ada sumber yang menyebutkan sebagai kantor perwakilan DK-PBB Wilayah Bireuen. “Menurut kabar yang berkembang, Tgk Syi itu disebut-sebut utusan dan anggota PBB. Sekarang dia sedang dicari-cari oleh pihak Polres Bireuen,” ujar seorang sumber.
Rumah tersebut sebelumnya dikontrakkan untuk sebuah LSM lokal. Sejak sebulan lalu atau sepeninggal LSM tersebut, tiba-tiba rumah itu terlihat sering dikunjungi banyak orang. Sehari-harinya banyak sepeda motor yang pakir di halaman rumah.
Pada Senin (26/4), mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, orang-orang di kantor itu masih melakukan pendataan bagi anak korban konflik dan pegawai honorer untuk menjadi PNS. Untuk anak korban konflik akan diberikan bantuan langsung dari PBB sebesar Rp 5 juta per KK sedangkan bagi pegawai honorer yang akan diangkat sebagai PNS diminta biaya pengurusan Rp 1,5 juta per orang.
Informasi lain menyebutkan, ada juga orang-orang yang mengaku sebagai orang suruhan staf PBB bekerja mengumpulkan KTP warga di Kecamatan Simpang Mamplam dan Samalanga. Warga yang dikumpulkan KTP diiming-iming bakal mendapatkan bantuan untuk sektor pertanian dan juga peternakan.
Kapolres Bireuen, AKBP T Saladin SH melalui Kasat Intelkam AKP Prasetyo Nugroho yang ditanyai Serambi, Selasa (27/4) mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan tentang dugaan beroperasinya Kantor Perwakilan DK-PBB ilegal di Bireuen. “Tim kami sedang bertugas, mohon sabar. Kami masih menyelidiki,” ujarnya singkat.
Hingga kemarin Serambi belum mendapat konfirmasi dari Tgk Syi yang disebut-sebut sebagai pimpinan di kantor Cot Bada Barat. Tgk Syi belum diketahui keberadaannya, namun ada yang menyebut sudah ke Banda Aceh untuk suatu urusan. Sebelumnya, Minggu 21 Februari 2010, enam orang yang diduga calo CPNS yang membawa-bawa nama PBB pernah dimintai keterangan oleh aparat Polres Bireuen. Saat itu, mereka mengaku dari lembaga bernama Polisi Militer Dewan Keamanan (PMDK)/Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang beralamat kantor di Jalan Geurutee Nomor 10 Blower, Banda Aceh, dengan ketuanya bernama Prof Dr Nurdin Jalil SE, bertempat tinggal di Jakarta. Mereka juga mengatasnamakan lembaga kabinet Indonesia bersatu dengan menyebarkan selebaran berlambang burung garuda.
Markas Blower lengang
Di Banda Aceh, aktivitas di rumah berlantai dua di Jalan Geurutee Nomor 10, Sukaramai (Blower), Kecamatan Baiturrahman, yang pernah dijadikan sebagai Kantor DK-PBB oleh tersangka MTGT Nurdin Jalil SE SHO dan kroninya tampak lengang. Kondisi tersebut berbeda dengan sebelum aktivitasnya digerebek polisi, Minggu (25/4).
Suasana lengang hanya terlihat di lantai II rumah tersebut yang dijadikan sebagai Kantor DK-PBB ilegal. Garis polisi (police line) masih terpasang. Sedangkan aktivitas di lantai satu yang ditempati pemilik rumah tetap berjalan seperti biasa. “Kalau sebelumnya selalu ramai, tetapi hari ini sepi. Tak ada lagi aktivitas apa-apa di tempat itu,” kata seorang warga yang ditemui Serambi di sebuah warung yang tak jauh dari Kantor DK-PBB ilegal tersebut.
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menyatakan, Kantor DK-PBB yang beroperasi diam-diam di Sukaramai (Blower), Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, ilegal. Sebab, PBB memang tidak pernah membuka kantor perwakilan Dewan Keamanannya di Aceh. Pimpinan puncak kantor “DK-PBB gadungan” itu ditengarai Irwandi sebagai orang stres (Irwandi malah menyebutnya pungo -red). Di sisi lain, ia menyayangkan mengapa banyak orang waras justru terpengaruh ikut memasang badge dan topi yang berlambangkan DK-PBB di kantor itu. “Ketika saya datang bersama rombongan, termasuk perwira dari Polda Aceh ke kantor itu, terlihat di pos ada satpam dengan gayanya sang-sang ka beutoi that,” kata Irwandi dalam pidatonya di depan ratusan warga Nisam, Aceh Utara, Minggu (25/4). yus/mir/serambi Indonesia
Editor : jps