Home » Malang Raya

Pedagang Buang Dagangan Berlumpur

Warga Sitiarjo Bersih-Bersih
SUMBERMANJING WETAN-SURYA-
warga Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan mulai membersihkan rumah dan perabotnya setelah dihajar banjir. Sedangkan para pedagang pasar membuang dagangan yang sudah tidak mungkin dijual.
Pembersihan kini dilakukan para warga dibantu relawan yang berdatangan dari berbagai pelosok Malang Raya.

Sedang sasaran pembersihan dari relawan dan petugas PMK di Sitiarjo adalah pasar, balai desa, TK Dharma Wanita dan GPDI. Sementara di Dusun Rowo Terate yaitu balai dukuh, GKJW, GPDI dan SDN Sitiarjo 04. “Yang jelas, banjir banyak merusakkan barang-barang rumah tangga warga,” jelas Bambang Istiawan, Camat Sumbermanjing Wetan ditemui di posko yang dipusatkan di Balai Desa Sitiarjo, Rabu (27/4).

Banjir bandang itu terjadi akibat hujan deras di Sitiarjo sejak pukul 14.00 WIB. Pukul 15.30 WIB, air Sungai Penguluran naik hingga pukul 17.00 WIB. Tiga puluh menit Kemudian, air di selatan jembatan naik. Akibatnya kawasan Palung terendam 1,5 meter dan Rowo Terate 2 meter. Air mulai surut pukul 18.00 WIB.

Sejak Rabu pagi, bantuan pun mulai berdatangan di posko seperti dari GKJW Malang, Dinas Sosial, Rendra-Subhan dan Bagian Kesra Pemkab Malang. Umumnya bantuan berupa beras, mi instan, kopi, gula, kecap, bubur bayu, air mineral, sarden, sarung, dan biskuit.

Buang dagangan

Tak hanya rumah warga dibersihkan, namun para pemilik toko di Pasar Desa Sitiarjo juga melakukan hal yang sama. Sebab banjir juga menerjang pasar itu setinggi satu meter. “Sudah tiga kali ini kena banjir bandang. Wah, nggak tahu berapa ruginya,” tutur Ny Sumiati, pemilik toko palen yang sedang membersihkan tokonya. Bedak-bedak bermerek yang ditata di rak display kaca terkena air banjir.

Ny Sungkono, pemilik toko SK 82 juga membuang sejumlah barang dagangnya yang terkena air dibantu anaknya. “Kalau sudah begini, kan nggak mungkin dijual lagi,” ujarnya sambil menata ulang barang dagangannya. Di luar toko, ada banyak barang dagangannya yang berbalur air lumpur. Seperti air mineral botolan, ada popok sekali pakai salah satu merek, makanan-makanan ringan meski masih terbalut plastik, namun dibuang.

Akibat banjir tersebut, SDN Sitiarjo 01 dan 04 diliburkan. Data di Posko Kesehatan di Puskesmas Sitiarjo menyebutkan, tiga balita korban banjir sempat dirawat di puskesmas itu. Mereka adalah Andre,5,5 tahun, Junu,3 tahun, Robertus, 5 tahun. Andre dan Junu mengalami luka ringan karena kena paku waktu rumahnya dibersihkan. Sementara Robertus mengalami rasa mual. n vie

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "