Home » Nasional & Politik

Lupakan Protes, PBNU Gelar Ta’aruf Kader

SURABAYA-SURYA- Protes sejumlah PWNU Provinsi yang menilai kepengurusan PBNU tidak sah dibiarkan bagai angin lalu. Sebaliknya PBNU malah memamerkan dukungan atas keabsahan kepengurusan lewat acara ta’aruf (perkenalan) PBNU dengan kader nahdliyyin di Jakarta, Rabu (28/4) malam.

Disebut ta’aruf dengan kader karena yang diundang bukan hanya pengurus NU, tapi juga para kader NU yang tersebar di berbagai posisi. Mulai dari kader di parlemen dari berbagai parpol, kader di kabinet, dan posisi-posisi yang lain. “Semua PWNU diundang bersama-sama dengan tokoh-tokoh NU di parlemen, di pemerintahan, dan lain-lain, semua kami undang, ” jelas Said Aqil Sirodj, Ketua Umum PBNU melalui telepon, Rabu (28/4).

Para menteri yang diundang antara lain Muhaimin Iskandar (Menakertrans), Helmy Faishol Zaini (Meneg PDT), Suryadharma Ali (Menag), dan M. Nuh (Mendiknas). “Dubes dari negera sahabat, Insya Allah ada 14 yang kami undang,” katanya.

Said menolak anggapan, acara itu digelar untuk menepis isu keretakan ataupun goyangan dari sejumlah PWNU yang menganggap kepengurusannya tidak sah. “Ini murni perkenalan. Tidak ada maksud lain-lain,” katanya.

Terkait dengan protes yang sempat muncul, Said Aqil yakin akan padam dengan sendirinya. “PBNU akan langsung konsentrasi melaksanakan program. Sebab kami ini sudah bekerja sama dengan banyak lembaga, termasuk dengan pemerintah Lebanon untuk pembangunan seribu masjid,” tegasnya.

PWNU Jatim yang merupakan salah satu pemrotes kepengurusan PBNU, memilih tidak menghadiri undangan tersebut.

“Soal keabsahan, bagi kami bukan tergantung sedikit atau banyaknya pihak yang mendukung, tapi pada kebenaran aturan dan kami tetap menilai kepengurusan PBNU tidak sah,” jelas KH Miftakhul Akhyar.nian

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "