Home » Malang Raya

Bom Waktu’ SMK Siap Meledak

KLOJEN - surya- Pengamat pendidikan di Kota Malang punya penilaian sendiri terkait jebloknya hasil Unas untuk siswa SMK tahun ini.

Direktur Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang Marthen Pali mengatakan, lonjakan jumlah siswa gagal Unas ini tak bisa dilepaskan dari program ‘SMK Bisa’ yang cenderung dipaksakan pemerintah. “Saya sudah perkirakan sebelumnya, program ini ibarat bom waktu yang siap meledak,” ujar pakar konseling sekolah ini, Rabu (28/4).

Kata Marthen, tujuan pemerintah sebenarnya bagus, memfokuskan siswa belajar di sekolah kejuruan demi memperkecil pengangguran, namun akibatnya tidak dipikirkan. “Siswa digiring ke SMK. Tapi jumlah guru dan kelas tidak ditambah, tidak berimbang,” ujar Marthen.

Kondisi semakin pelik, karena guru kejuruan tidak bisa disiapkan secara instan, karena ada keterampilan khusus yang tidak dipunyai guru umum. “Tak mengherankan siswa gagal Unas makin banyak, kalau pemerintah tidak sadar program ini salah. Program 60 SMK/40 SMA jangan dijalankan sebelum tenaga pendidik siap,” katanya.

Sementara pakar pendidikan dari Fakultas Ekonomi UM, Hari Wahyono, menyebut konsep Unas untuk SMK salah kaprah. Siswa SMK, yang mengandalkan keterampilan teknis di lapangan pekerjaan, tidak semestinya diuji secara tertulis seperti Unas. “Siswa SMK disiapkan bekerja sesuai sekolahnya. Mereka jago dalam keterampilan lapangan, tapi lemah di soal tertulis. Coba, di dunia kerja praktis, apa ya ditanyakan soal-soal matematika itu?” kata Hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Shofwan tetap membantah penilaian itu. Shofwan berdalih, hasil jeblok ini lebih akibat adanya mata ujian teori kejuruan yang baru diujikan tahun ini.n ab

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "