Home » Surabaya Metro

Bisa Naik Mercy & Alphard

Bulan Depan, Taksi Eksekutif Dilaunching
SURABAYA - SURYA-
Tak hanya warga Jakarta, masyarakat Surabaya dan sekitar sebentar lagi juga bisa menikmati taksi berkelas Mercedez Benz dan Toyota Aphard.
Taksi executive class ini akan dilaunching Blue Bird Group bulan depan.

Dengan armada Mercerdes Benz E-Class seharga sekitar Rp 600 juta dan Toyota Alphard Vellfire sekitar Rp 800 juta per unit, tentu saja tarif taksi akan lebih mahal daripada yang berlaku selama ini.

Saat ini, tarif batas atas (TBA) taksi untuk biaya buka pintu Rp 5.000 dan tarif per kilometer Rp 2.750. Sedangkan tarif batas bawah (TBB) biaya buka pintu Rp 4.000 dan tarif per kilometer Rp 2.500.

Tarif taksi eksekutif bisa lebih dari itu. Sebagai perbandingan, di DKI Jakarta tarif taksi E-Class sekali buka pintu Rp 9.000 dan per kilometer Rp 5.500. Sedangkan untuk Aphard biaya buka pintu Rp 15.000 dan tarif per kilometer sekitar Rp 7.000.

Plt Kadishub Surabaya Eddi mengatakan, pihaknya menyambut baik usulan operator taksi eksekutif. Keberadaan taksi ini, selain melayani warga kalangan atas juga diharap bisa menekan keberadaan taksi gelap yang tak memberikan kontribusi apapun terhadap PAD.

Selain itu, Surabaya punya kuota taksi 6.350 unit, namun baru terpenuhi 3.664. “Karenanya, kami berharap taksi eksekutif ini segera direalisasi,” ujarnya, Rabu (28/4).

Eddi memperkirakan keberadaan taksi eksekutif tidak akan mengganggu taksi biasa. Karena kelas dan segmentasinya berbeda. “Kami harap bisa saling melengkapi,” tegasnya.

Vice President Area Surabaya Blue Bird Group Ateng Aryono menyatakan, pihaknya sudah mendapatkan izin prinsip (IP) dari Pemkot Surabaya. “Sekarang tahap persiapan. Bulan depan akan kami launching,” katanya.

Sesuai IP, pada tahap awal jakan dioperasikan 25 unit, terdiri dari 10 unit Mercedes Benz E-Class dan 15 unit Toyota Alphard Vellfire. “Itu sebagai test market, apakah prospektif atau tidak,” tutur Ateng.

Menurt Ateng, taksi eksekutif ini untuk melayani warga yang sudah menjadi pelanggan setia Blue Bird. Ini atas usulan berbagai pihak, termasuk pelanggan.

Mengenai tarif, baik Eddy maupun Ateng masih akan membahasnya lebih lanjut. Namun, prinsipnya tarif akan dibahas Kelompok Kerja Unit (KKU) Taksi sesuai dengan aturan dan mempertimbangkan mekanisme pasar. Setelah itu, baru diusulkan ke Pemkot. “Dishub nanti hanya merekomendasi berdasar usulan mereka,” jelas Eddi.

Mengenai pangkalan, Kasi Angkutan Darat Dishub Surabaya Trio Wahyu Bowo mengatakan, taksi eksekutif dapat ngetem atau mangkal di sejumlah tempat yang biasa dikunjungi warga kelas menengah-atas, yakni hotel bintang lima seperti JW Marriot, ShangriLa, Sheraton, serta sejumlah mal seperti Pakuwon Trade Center (PTC) dan Galaxi Mall.nuji

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "