Home » Nasional & Politik

Anas Tak Mau Menyerah

Saat Diminta Mundur Lawan
JAKARTA - SURYA-
Calon Ketua Umum (caketum) Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum tidak mau meladeni kubu Andi Mallarangeng yang memintanya menyerah merebut kursi orang nomor satu di PD.
Anas memilih menunggu hasil perjuangannya di kongres PD di Bandung 21-23 Mei nanti, sekali pun kubu Andi mengiming-imingi posisi Sekjen. “Mas Anas akan maju terus. Biarkan mengalir, kami menunggu hasil kongres,” tegas Ruhut Sitompul, juru bicara tim sukses Anas Urbaningrum di Jakarta, Rabu (28/4).

Anggota Komisi III DPR itu malah balik menyindir kubu Andi yang menilai sikap tenang Anas sebagai tanda kekalahan. Ruhut mengingatkan agar kubu Andi bersaing secara sehat.

“Kami selalu meneladani Ketua Dewan Pembina PD yang santun. Kami mengambil perumpamaan padi semakin berisi semakin merunduk,” sindir Ruhut.

Ia menasihati kubu Andi agar tidak terus mewacanakan kampanye hitam karena PD adalah kesatuan keluarga yang seharusnya bersaing sehat. “Dengarkan nasihat Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono, Red), jaga semangat kekeluargaan. Harus siap menang dan siap kalah. Yang menang mengajak yang kalah dan yang kalah mendukung untuk kemenangan di 2014,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris tim pemenangan Andi, Ramadhan Pohan meminta Anas mundur dari pencalonan karena hanya menghabiskan energi. Kompensasinya, Andi mempersiapkan posisi sekjen PD untuk Anas.

Figur Tak Pernah Konflik

Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro menilai, Anas merupakan figur paling tepat memimpin PD karena memiliki kemampuan, santun dan tidak pernah berkonflik. “Anas tidak memiliki konflik sehingga dapat mencegah perpecahan partai dan mempertahankan soliditas partai,” kata Zuhro di Jakarta, Rabu, (28/4).

PD juga harus menyiapkan kader terbaiknya untuk dicalonkan menjadi presiden pada Pemilu 2014. Sosok itu, kata Zuhro, haruslah yang memiliki visi dan misi jauh ke depan, berkarakter, santun, tidak memiliki konflik, tidak ambisius, berpengalaman mengelola partai, dan profesional.

Zuhro mengingatkan, agar Kongres II PD di Bandung 21-23 Mei nanti berjalan demokratis. Hal itu akan menjadi taruhan bagi PD dan SBY sebagai seorang seorang demokrat.

Melalui Kongres itu pula, katanya, kadar kenegarawanan SBY diuji. “Jangan hanya menjadi ajang perebutan kekuasaan untuk kepentingan jangka pendek, melainkan menjadi pasar ide yang bertujuan membesarkan partai.ndtc/ant

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "