BOJONEGORO | SURYA Online - Kerugian banjir bandang yang terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Kasiman, Kedewan dan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), sedikitnya mencapai Rp 3,3 miliar.
“Kami masih menghitung kerugian banjir bandang di wilayah Kasiman saja, kalau perhitungan sementara sedikitnya mencapai Rp 2 miliar,” kata Camat Kasiman, Darmawan, Kamis (29/4/2010).
Meluapnya Kali Ngaglik, anak Bengawan Solo di wilayah setempat, Selasa (27/4/2010), mengakibatkan 1.874 rumah yang dihuni 2.253 kepala keluarga (KK) atau 7.820 jiwa di sembilan desa di Kecamatan Kasiman, diterjang banjir bandang.
Banjir menerjang mulai Desa Tambakmerak, Ngaglik, Sidomukti, batokan, Kasiman, Betet, Besah, Sambeng dan Sekaran dengan ketinggian air berkisar 0,50 hingga 1,5 meter.
Dilaporkan lima rumah hanyut, 374 rumah mengalami rusak sedang dan ringan. Banjir juga merusak areal tanaman padi seluas 262 hektare, kacang hijau 26 hektare dan jagung 26 hektare.
Sebuah jembatan di jalan provinsi rusak, sebuah jembatan kabupaten ambrol dan sebuah jembatan desa hanyut.
Menurut Darmawan, kerugian terbesar banjir bandang di wilayahnya, terutama pada pemukiman warga, selain rusaknya infrastruktur berupa jembatan.
Sementara itu, kerugian banjir bandang di Desa Tambakromo dan Petak, Kecamatan Malo, mencapai Rp 1,3 miliar. Di Desa Tambakromo, dua buah jembatan masing-masing lebar 2,5 meter, panjang 10 meter dan lebar 1,5 meter, panjang 14 meter, hanyut diterjang banjir bandang.
Di Kecamatan Malo itu, dilaporkan satu rumah rusak berat dan 406 rumah mengalami rusak sedang dan ringan.
Menurut Darmawan, warga korban banjir bandang di wilayahnya masih ketakutan, kemungkinan terjadinya banjir bandang susulan. Alasannya, kondisi di wilayah setempat selain cuaca mendung, juga air Bengawan Solo masih terus merangkak naik, termasuk anak sungainya.
“Warga masih mengkhawatirkan terjadinya banjir bandang susulan,” katanya menjelaskan.
“Besarnya kerugian banjir bandang di Kecamatan Kedewan, belum dilaporkan kepada kami,” tutur Kepala Bidang Kesiapsiagaan Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPPD) Bojonegoro, Sutardjo.
Sumber : ant
Editor : Sugeng Wibowo