Pelakunya Tinggi Besar
Pakis - surya- Pengendara motor sebaiknya tidak langsung percaya ketika di tengah jalan dihentikan orang yang mengaku polisi, apalagi tidak berseragam. Bisa jadi mereka polisi palsu yang berniat jahat.
Hal ini dialami oleh dua mahasiswa PTS di Kota Malang, Bagus W, 22, warga Perumahan Pakisjajar Permai, dan Wahyu Eko, 21, warga Desa Bunut Wetan, keduanya Kecamatan Pakis. Mereka dihadang empat pria yang mengaku polisi, di kawasan Bugis, Selasa (27/4) malam. Dalam kejadian itu, motor Bagus, Honda Beat N 6770 JM dirampas keempat pria itu.
“Pelakunya empat orang dengan mengendarai dua sepeda motor. Mereka mengaku anggota polisi sewaktu menghentikan korban, yang sedang melintas di TKP,” kata AKP Gatot Setiawan SH, Kapolsek Pakis, Rabu (28/4).
Menurut Gatot, menduga keempat pelaku sudah menyanggong korban. Layaknya anggota buser yang akan menangkap seorang penjahat, mereka dengan berani menghentikan korban lalu mengempungnya. “Berhenti. Kami polisi, yang sedang melakukan razia,” ujar Gatot menirukan pelaku seperti disampaikan korban.
Mereka menuduh Bagus dan Wahyu baru berdagang ganja. Namun ketika kedua korban belum sadar yang terjadi, si pencegat kembali menggertak. “Kalau nggak mengaku, kamu akan kami bawa ke kantor (Polsek Pakis yang hanya berjarak 1 km dari TKP). Biar kamu langsung dihukum saja,” kata Gatot kembali menirukan keterangan korban.
Ketika korban semakin takut, keempat pria itu langsung mengeroyoknya. Begitu kedua korban babak belur, Honda Beat itu langsung dibawa kabur ke arah timur menuju Tumpang. Ciri-ciri pelaku, kata Gatot, tinggi besar, ada yang berambut cepak dan ada yang gondrong. Diperkirakan mereka naik motor Honda Revo dan MegaPro.nfiq
Editor : jps