Dibekuk Polisi Penjaga Unas
Malang - SURYA- Menjadi pelaku kriminal memang tidak gampang. Meski kini banyak motor baru, ternyata tidak selalu ada yang siap dicuri. Kalau sudah begitu, apa saja yang terlihat langsung diambil, daripada pulang dengan tangan hampa.
Hal itu dialami dua sekawan, Edi Slamet 23, dan Hadi, 29, warga Kecamatan Wagir, yang sudah biasa mencuri. Mereka berangkat dari rumah dengan berboncengan motor Honda Revo milik Slamet, Selasa (30/3). Tak lupa mereka mengantongi perlengkapan standar maling motor yaitu, ‘kunci T’ yang selama ini menjadi andalan para maling motor karena hanya butuh waktu beberapa detik motor pun berpindah tangan. Kunci T itu siap di saku jaket.
Keduanya berkeliaran di kawasan Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun. Namun, setelah beberapa lama berkeliling, mereka tidak juga menemukan sasaran. Ternyata tidak mudah biasanya mencari motor. Karena telanjur ‘berangkat kerja’ pantang bagi mereka pulang dengan tangan hampa.
Karena itu, ketika melihat seekor burung Anis Merah yang digantung di teras rumah Muhammad Ali Qori di Jl Pisang Agung, Slamet dan Hadi pun memutuskan itulah sasaran pengganti motor. Kondisi jalan yang sepi dan rumah yang tertutup membuat mereka leluasa menurunkan sangkar dan mengambil burung. Burung kicauan seharga Rp 700.000 itu kemudian dipegang dan disembunyikan di balik jaket Hadi dan ia pun kabur. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB
Ulah keduanya terbongkar saat dua petugas Polresta Malang, Bripka Didit dan Briptu Mujiono melintas di Jl Raya Langsep usai menjaga ujian nasional di SMP Advent Malang. Insting penegak hukum mereka bekerja ketika melihat gelagat mencurigakan kedua pria itu, terutama Hadi yang menyembunyikan salah satu tangannya di balik jaket. Hadi dan Slamet kemudian dikuntit dan akhirnya dihentikan dikawasan Jl Pisang Kipas.
Mengetahui yang menghentikan mereka polisi, Hadi mencoba melepaskan burung tersebut karena bisa menjadi bukti bahwa mereka maling. Sial bagi Hadi, upaya itu gagal karena burung mahal tidak mau terbang. Kedua polisi itu pun semakin yakin bahwa mereka kriminal.
“Setelah itu, dilakukan penggeledahan dan petugas menemukan kunci T, yang diduga akan digunakan untuk mencuri motor. Keduanya juga mengakui pernah mencuri motor, namun kasus ini masih kami selidiki. Yang pasti mereka terbukti mencuri burung,” terang Kasat Reskrim Polresta Malang, AKP Decky Hermansyah.nwhy
Editor : jps