Home » Berita Terkini » Malang Raya

M Nuh Dilapori 800 Pelanggaran Unas

Kabar Bocoran Soal Dianggap Isu
MALANG - SURYA-
Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh mengakui ujian nasional tak bisa lepas dari pelanggaran. Pihaknya sudah menerima 800 laporan pelanggaran dari masyarakat.
Nuh mengatakan, di antara laporan yang banyak diterimanya adalah soal tertukar, peserta Unas yang mencontek, atau amplop soal yang sudah terbuka sebelum Unas dibagikan ke siswa. “Semuanya akan kami verifikasi, dan telusuri di mana sumber kesalahan ini,” kata Nuh, usai berkunjung ke SMAN 5 Jl Tanimbar, Selasa (30/3).

Mendiknas mengatakan, sangat sulit untuk menciptakan Unas bersih 100 persen dari kesalahan. Menurutnya, pelanggaran dan kesalahan adalah sebuah hal yang manusiawi.

Nuh juga mengatakan, adanya berbagai pelanggaran ini, bukan sebuah alasan untuk menghentikan Unas.

“Sampai saat ini, kami masih berpikiran Unas tetap ada untuk tahun depan. Namun, tentunya, standar-standar Unas tahun depan akan kami evaluasi ulang,” tambah Nuh.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Suwanto, mengaku pihaknya tak menemukan adanya pelanggaran serius di Malang maupun daerah lain di Jatim. Suwanto berdalih, kabar bahwa ada beberapa siswa menerima bocoran jawaban, hanyalah sebuah isu.

Namun, Suwanto mendorong aparat kepolisian untuk bisa membuktikan dugaan kebocoran soal, yang terjadi di beberapa wilayah di Jatim.

“Seharusnya, tanpa kita minta pun, mereka akan mengusut ini sampai tuntas. Karena yang bertanggung jawab terhadap naskah soal, dari keluar percetakan sampai pendistribusian, adalah mereka (kepolisian) sendiri,” ujar Suwanto.

Unas Batu Diprediksi Lulus 80%

Mistin, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, mengaku hingga akhir pelaksanaan Unas SMA dan hari kedua pelaksanaan Unas SMP, pihaknya tak menemukan satu pun pelanggaran. Tak hanya itu, angka kehadiran siswa untuk ikut Unas tahun ini pun jauh lebih besar. Di Batu peserta Unas SMA dan SMP hingga saat ini mencatat angka 100 persen.

“Silakan nanti kami di uji kejujuran lagi, kami jamin di Batu berjalan lancar dan memiliki kejujuran yang tinggi,” ujar Mistin mantap.

Tetapi, raut wajah Mistin langsung berubah, saat ditanya tentang prediksi angka kelulusan sementara siswa SMA yang ada di Batu. Dari hasil evaluasi sementara pihaknya, menyebutkan untuk tahapan pertama Unas ini angka kelulusan hanya sekitar 80 persen. Mistin, menyadari kemampuan siswanya yang masih rendah, sehingga dirinya harus lebih bisa tahu diri untuk tidak menarget kelulusan terlalu tinggi.

“Mungkin nanti di awal pengumuman memang banyak yang tak lulus, tetapi dengan adanya ujian ulangan kami harap semua siswa yang tak lulus bisa lolos pada ujian tahap kedua itu. Tetapi untuk SMP walaupun saat ini belum selesai Unas, saya optimistis bisa mencapai angka kelulusan yang cukup tinggi,” harap Mistin.nab/rea

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "