BANTUL | Surya Online - Kasus mafia pajak yang melibatkan Gayus Tambunan, pegawai Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, membuat pegawai pajak di Kabupaten Bantul tertekan. Mereka menjadi sorotan masyarakat dan menjadi pihak yang terhakimi. Mereka mendesak kasus tersebut dituntaskan agar reformasi perpajakan bisa terus dilanjutkan.
“Banyak pegawai yang cerita ke saya soal tanggapan tetangga dan kerabat dekat terkait kasus Gayus. Masyarakat beranggapan semua pegawai pajak kelakuannya sama dengan Gayus. Padahal, itu hanya oknum dan tidak bisa disama ratakan,” kata Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kabupaten Bantul, Ramos Irawadi, Rabu (31/3/2010).
Menurutnya, kekecewaan masyarakat setelah kasus tersebut terungkap memang bisa dipahami. Kekecewaan serupa juga dialami oleh pegawai pajak. “Kami juga ikut kecewa karena reformasi pajak yang selama ini kami bangun harus hancur kembali karena ulah beberapa orang saja. Jadi kami pun maklum jika masyarakat pun menghakimi kami,” katanya.
Ia mendesak supaya jajaran pimpinan pusat segera menyelesaikan kasus tersebut untuk memulihkan citra instansi pajak. “Kalau tidak ditangani serius, ancaman masyarakat untuk memboikot pajak bisa menjadi kenyataan. Hal itu akan sangat merugikan negara karena pajak menjadi sumber penerimaan utama,” paparnya.
Penulis : Eny Prihtiyani/KCM
Editor : Sugeng Wibowo