Home » Berita Terkini

Amnesty Minta CHina Ungkap Terpidana Mati

London-Organisasi hak asasi manusia Amnesty International mendesak Cina untuk mengungkapkan jumlah tahanan yang dihukum mati.

Dalam laporan tahunan tentang hukuman mati, Amnesty mengatakan sekitar 714 orang telah dihukum mati di 18 negara tahun 2009.

Namun kelompok ini mengatakan jumlah pasti dari yang dihukum mati itu mungkin jauh lebih tinggi, karena di Cina saja ribuan eksekusi diperkirakan dilakukan.

Paling tidak 366 orang dihukum mati di Iran, 120 di Irak, dan 52 di Amerika Serikat.

Amnesty memuji Burundi dan Togo karena menghapuskan hukuman mati tahun 2009 dan mengatakan untuk pertama kali dalam sejarah modern, tidak ada yang dihukum mati di Eropa atau kawasan bekas Uni Soviet dalam setahun terakhir.
Rahasia negara

Beijing mengatakan jumlah terpidana yang dihukum mati lebih sedikit dibandingkan masa lalu, namun Cina menekankan bahwa rincian eksekusi tetap merupakan rahasia negara.

Namun Amnesty mengatakan “bukti dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan jumlah terpidana mati mencapai ribuan orang”.

Organisasi itu mengatakan hukuman mati dapat diterapkan karena 68 jenis kejahatan di negara itu, termasuk kejahatan tanpa kekerasan, dan eksekusi dilakukan dengan suntikan atau melalui regu tembak.

Banyak orang dihukum karena pengakuan yang didapatkan melalui penyiksaan dan hak terdakwa atas kuasa hukum dibatasi, kata Amnesty.

Hukuman Mati 2009
Cina: ribuan orang diduga dihukum mati melalui suntikan dan tembakan
Iran: lebih dari 366 eksekusi dengan digantung atau dirajam
Iraq: lebih dari 120 hukum gantung
Arab Saudi: paling tidak 69 eksekusi dengan hukum pancung
AS: 52 eksekusi melalui suntikan atau sengatan listrik

“Pemerintah Cina mengklaim jumlah hukuman mati yang dilaksanakan lebih rendah,” kata Sekretaris Jendral Interim Amnesty, Claudio Cordone.

“Bila ini benar, mengapa mereka tidak mau memberitahu dunia berapa banyak orang yang telah dihukum mati?”

Sejak tahun 2007, semua hukuman mati di Cina harus melalui peninjauan ulang pengadilan tinggi, dan proses ini menurut Beijing mengurangi jumlah eksekusi.

“Namun, selama statistik hukuman mati di Cina masih menjadi rahasia negara, tidak mungkin kami memastikan klaim ini untuk menganalisa lebih lanjut,” kata organisasi ini.

Kasus yang diangkat Amnesty termasuk mereka yang dihukum mati karena kerusuhan politik di Tibet serta eksekusi karena penggelapan uang di Xinjiang.

“Sebenarnya waktunya sudah lama berlalu bagi Cina untuk mematuhi hukum internasional dan standar hukuman mati,” kata Amnesty.
Penghapusan hukuman mati

Amnesty mengatakan di akhir tahun 2009, terdapat 17.118 orang dalam daftar hukuman mati di seluruh dunia, dan 2001 orang diantaranya telah dieksekusi.

Namun sementra 58 negara masih menjalankan hukuman mati tahun 2009, hanya 18 negara yang telah menerapkan eksekusi.

Amnesty mencatat kenaikan tajam eksekusi di Iran dalam periode delapan minggu setelah kerusuhan politik menyusul kemenangan Presiden Mahmoud Ahmadinejad bulan Juni 2009.

Iran dan Arab Saudi juga dikritik karena melakukan eksekusi bagi mereka yang melakukan kejahatan pada usia di bawah 18 tahun.

Laporan Amnesty juga mengangkat peningkatan penghapusan hukuman mati dalam tahun-tahun belakangan.

Burundi dan Togo menghapuskan hukuman mati tahun 2009, dan menjadi negara yang ke 94 dan ke 95 yang melakukan langkah itu.

Amnesty menekankan bahwa hukuman mati adalah kejam dan sering diterapkan secara tidak proporsional.bbc

Editor : Satwiko Rumekso

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "