Home » Berita Terkini

Suka Bolos, Dilarang Unas

Sekolah Ingin Tertib
Mojokerto - SURYA-
saat rekan-rekannya asyik mengerjakan soal Unas, M Helga Saputra, siswa kelas 3 SMP PGRI Bangsal, Kabupaten Mojokerto terpaksa berdiam diri di rumah. Dia dilarang mengikuti Unas oleh sekolah, karena sering membolos.
Hadi Supriyanto, ayah Helga mengatakan, dia sudah meminta kebijaksanaan sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto agar anaknya dapat mengikuti Unas, namun ditolak. “Memang anak saya suka tak masuk sekolah. Tapi, apa hanya gara-gara itu dia tak diperbolehkan ikut Unas?” tanya Hadi.

Sebenarnya, setelah liburan semester lalu, anaknya berupaya masuk sekolah. Tetapi, oleh guru dilarang. “Pernah saya antar, tetapi sekolah meminta agar Helga dibawa pulang saja,” katanya. Ia berharap, anak ketiga dari empat bersaudara ini bisa mengikuti Unas tahun ini. Apalagi, lanjutnya, informasi yang diperolehnya, anaknya tersebut sudah memiliki nomor ujian.

Kepala SMP PGRI Bangsal Sumadi mengatakan, pihaknya terpaksa tidak mengikutkan Helga ujian karena sering bolos. Menurutnya, Helga dan orangtuanya sudah membuat surat pernyataan pada 22 Desember 2009. Tetapi, kenyataannya Helga masih tetap sering bolos.

“Kami memang sekolah swasta, tetapi kami ingin tertib,” katanya. Bangku ujian yang mestinya diisi Helga, kemarin tampak kosong. Helga mestinya duduk di urutan kedua sebelah kiri di salah satu ruang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto M Talqin mengatakan, pihaknya masih akan meminta klarifikasi dari sekolah. Masih ada kesempatan untuk mengikuti ujian ulang maupun paket B.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Jatim Suwanto meminta agar Diknas Kabupaten Mojokerto mengecek persoalan tersebut. Sebab, menurutnya, jika siswa sudah mengikuti jenjang kelas 1 dan kelas 2, maka ia berhak untuk mengikuti Unas. Sejumlah siswa SMP yang ‘kurang beruntung’ kemarin masih mendapat kemujuran dengan tetap bisa mengikuti Unas, meski tidak di sekolah. Mereka para siswa yang sedang sakit dan mendapat perawatan di rumah sakit.

Rosalia Agustin L, siswi SMP Santo Yusuf, Madiun, terpaksa mengerjakan Unas-nya di pembaringan di ruang 229 VIP Paviliun Merpati RSU dr Soedono Madiun. Dia dalam pemulihan akibat kecelakaan. “Anak saya sudah sejak 6 bulan lalu, sudah mempersiapkan diri mengikuti Unas dengan mengikuti bimbingan belajar dan try out,” terang Ika Putra, 40, ayah Rosalia.

Jeremi S Pratama, siswa SMPN 2 Bangkalan, yang sedang terkena demam berdarah, tidak menyurutkan niatnya mengikuti Unas. Harapan lulus pada tahun ini telah mengubah penderitaan Jeremi menjadi semangat meski dirinya tergolek lemas.

Kondisi ini membuat Kepala SMPN 2 Bangkalan, Edy Haryadi berani mengambil keputusan. Yaitu memperbolehkan siswa asal jalan Letnan Sunarto, Kelurahan Pangeranan, Bangkalan ini mengikuti Unas meski dipisahkan dari siswa lainnya. “Saya tanyakan dulu kepada orangtuanya, apakah mau ikut Unas sekarang atau susulan,” terangnya.

Setelah orangtua menyatakan siap, maka pihak sekolah menyediakan ruang khusus di UKS agar Jeremi lebih konsentrasi dalam mengerjakan soal Bahasa Indonesia yang diujikan pada hari pertama. nbet/wan/st32

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "