Home » Berita Terkini

Pamekasan Jadi Tempat Pembuangan Orang Gila

PAMEKASAN l SURYA Online - Kota Pamekasan, Madura, Jawa Timur, sejak sebulan ini diketahui telah dijadikan tempat untuk membuang orang gila.

“Mungkin karena Pamekasan memiliki tempat penampungan dan rehabilitasi orang gila, orang lantas membuangnya ke sini,” kata Plt Kepala Satpol PP Pamekasan Kusairi, di Pemekasan, Selasa (30/3/2010).

Sejak Pemkab Pamekasan memiliki program rehabilitasi terhadap orang gila yang biasa berkeliaran di dalam kota, sejak itu banyak orang gila yang terlihat berkeliaran di Kota Pamekasan.

Seiring dengan itu, cukup banyak warga yang mengaku melihat adanya orang yang tak dikenal yang begitu saja membuang atau mencampakkan orang gila di jalanan.

“Mereka tampaknya sengaja membuang itu ke Kota Pamekasan, khususnya pada malam hari,” ujar Kusairi.

Kondisi semacam itu akhirnya memperbanyak keberadaan orang gila yang berkeliaran di dalam Kota Pamekasan. Mereka itu sering tidur di trotoar jalan, depan pertokoan dan di sekitar monumen Arek Lancor yang merupakan jantung Kota Pamekasan.

“Namun kami sudah sepakat akan terus melakukan operasi tentang keberadaan orang gila, sehingga Kota Pamekasan terlihat lebih tertib dan bersih,” kata Plt Kasatpol PP, Kusairi.

Di Pamekasan ada satu klinik yang ditunjuk Pemkab Pamekasan khusus menangani orang gila, yakni klinik Ibnu Sina. Klinik ini di bawah naungan pondok pesantren asuhan KH Munif Sayuti, ketua Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Pamekasan.

Hingga saat ini sudah ada delapan orang gila hasil operasi Satpol PP Pemkab Pamekasan yang dirawat di klinik tersebut, yang dua di antaranya telah sembuh.

“Jadi di sana masih tinggal enam orang yang harus dirawat, dan saat ini kondisi mereka dilaporkan telah mulai membaik,” kata Kusairi. Kcm

Editor : Heru Pramono

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "