SURABAYA - Surya- Warga Romokalisari, Benowo, Surabaya, geger, Senin (29/3) pagi. Mereka menemukan jenazah pria bertubuh kekar tanpa kepala. Mayat ditemukan di lahan kosong kompleks pergudangan Bumi Maspion sekitar pukul 06.30 WIB.
Pria itu diduga dikeroyok beramai-ramai sebelum dipenggal kepalanya dengan gobang. Itu terlihat dari luka lebam di punggung diduga akibat pukulan benda tumpul. Diduga, penganiayaan terjadi 3-4 hari sebelumnya. Mayat membengkak dan dikerubuti belatung.
Kasat Reskrim Polwiltabes Surabaya AKBP Anom Wibowo yang datang ke lokasi belum bisa memastikan bagaimana para pelaku membunuh korban. Juga belum dipastikan apakah korban dibunuh di tempat lain.
Korban ditemukan tertelungkup di parit, menghadap timur dengan tangan kiri di bawah dan tangan kanan di atas parit. Penemu adalah Sutrisno, 42, asal Tuban, saat berangkat ke tempat kerjanya di pergudangan Bumi Maspion.
Di sekitar lokasi kejadian tidak ditemukan ceceran darah. Ditengarai, darah korban sudah terkikis air hujan karena tiap hari lokasi kejadian diguyur hujan. Di tubuh korban hanya menempel celana pendek biru tua dan kaus singlet putih yang sudah kusam akibat terkena lumpur.
Ciri korban tanpa kepala itu tinggi sekitar 170 cm, usia 25-35 tahun, kulit kuning langsat. “Kami mengimbau pada masyarakat yang merasa kehilangan keluarga secepatnya lapor ke polisi terdekat. Dari laporan itu akan kami cocokkan,” ujar AKBP Anom.
Hingga pukul 14.00 WIB, tim olah TKP dari Polres Surabaya Utara, Satpidum Reskrim Polwiltabes Surabaya dan Resmob Polda Jatim masih ada di TKP untuk mencari potongan kepala korban di TKP. Petugas juga mengubek-ubek saluran got di sekitar TKP. Dalam pencarian itu juga melibatkan dua anjing pelacak (K9) tetapi masih belum membuahkan hasil. Anjing pelacak hanya berputar-putar di sekitar TKP dan masuk sebuah gudang dan keluar lagi.
Melihat cara kerja anjing, pelaku pembunuhan setelah menghabisi korban sempat masuk ke gudang itu. Bisa jadi, pelaku sempat kebingungan membuang mayat setelah terbunuh. Ada informasi bahwa Satpam PT Kalimas yang tak jauh dari TKP, Tri Agung Budiono, warga Jalan K H Kholil, Gresik sudah dua hari ini tidak masuk kerja. “Ini hanya informasi awal, apa benar atau tidak masih kami selidiki,” jelasnya.
Menurut petugas, melihat cara yang dilakukan pelaku yang memotong leher korban menunjukkan pelaku jengkel dengan korban.nmif
Editor : jps