Home » Malang Raya

Ibu Baik Hati Hadang KA Penataran

Kedungkandang - surya- Kisah bunuh diri tidak pernah lepas dari masyarakat Indonesia, tak terkecuali Malang Raya. Tak jarang bunuh diri itu dilakukan secara tragis, seperti dilakukan Sri Wahyuningsih yang nekat menabrakkan diri ke kereta api.

Sri wahyuningsih, 35, meninggal dunia dengan cara yang tragis. Ibu satu anak yang tinggal di RT 4 RW 2, Desa Pucangsongo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang tewas setelah dengan sengaja melintas di rel saat kereta api melaju.

Peristiwa ini terjadi di jalur rel kereta api dekat rumah pantau di kawasan Jl IR Juanda, Senin (29/3), sekitar pukul 07.24 WIB. Tubuh Ningsih remuk di beberapa bagian setelah tertabrak loko Kereta Api Penataran jurusan Malang-Blitar.

Diduga, Ningsih —panggilan akrab korban—memang sengaja melakukan upaya bunuh diri. Dugaan bunuh diri menguat berdasarkan keterangan Subarianto, 37, suami Ningsih, bahwa perempuan itu pernah berupaya mengakhiri hidup.

“Sebelumnya Ningsih pernah juga mencoba bunuh diri. Di Pantai Sendang Biru. Tapi, itu sudah lama, 2003 lalu,” kata Subarianto saat menjalani pemeriksaan di Mapolsekta Klojen.

Meski demikian, Subarianto enggan untuk merinci penyebab atau motivasi kenekatan istrinya itu. Hany saja, ia tidak menyangka istrinya akan melakukan upaya bunuh diri itu setelah sekian lama tidak menunjukkan tanda-tanda ingin mengakhiri hidupnya. Subarianto mengatakan, setelah upaya bunuh diri 2003 itu, istrinya menjalani hidup secara normal.

Menurutnya, pagi sebelum kejadian itu suasana keluarga juga berlangsung seperti biasanya. Tidak ada satu pun tanda-tanda mencurigakan ditunjukkan Ningsih. Pagi itu, ia seperti biasanya mengantar Ningsih ke tempat kerja, pabrik rokok PT HM Sampoerna di Blimbing.

“Jam 05.45 WIB saya antar istri ke pabrik. Dan saya lihat dia juga masuk (pabrik). Lalu saya pulang, karena baru masuk jam sembilan,” lanjut Subarianto.

Ia tidak tahu apa yang kemudian dilakukan Ningsih. Namun, berdasarkan keterangan teman Ningsih di pabrik, ibu yang terkenal sebagai sosok baik hati itu sempat mengisi absen dan berkumpul dengan rekan-rekan yang lain. Ningsih tercatat sudah bekerja di pabrik rokok Sampoerna selama 20 tahun lebih.

“Mungkin setelah itu dia keluar dan naik angkot untuk menuju kawasan tempat ia tertabrak kereta,” kata salah satu rekan kerja Ningsih.

Kapolsekta Klojen AKP Tukimin Hadi mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman dan mencari keterangan saksi-saksi. Namun, hingga kemarin belum ditemukan kemungkinan lain, selain bahwa insiden itu berlatar belakang bunuh diri. “Kami juga menerjunkan petugas ke tempat kejadian perkara,” kata Tukimin.n why

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "