Home » Surabaya Metro

Airsoft Surabaya, Peluru Hampa Bikin Tak Gereget

Strategi war game, bukan hal baru bagi AirsoftSurabaya. Komunitas ini sudah kenyang asam garam di beragam medan war game.

SURABAYA - SURYA-Karena itu Batalyon Infanteri (Yonif) 500/Raider memilih AirsoftSurabaya sebagai sparring partner mereka saat latih simulasi peperangan.

“Kami ini mitra latih yang tangguh lho. Beda dengan objek statis yang selama ini dipakai, kami bisa menghindar dan bergerak cepat, meskipun degan cara kami sendiri. Ini tentu jadi tantangan buat latih peperangan yang sesungguhnya, saat menghadapi musuh real nantinya,” ujar Ucok, Ketua 2 Airsoft Surabaya.

Lewat beberapa kegiatan yang rutin dilakukan, anggota AirsoftSurabaya bisa mengatur intuisi dan feeling untuk lolos dari serangan lawan dan balik menyerang. “Banyak sekali manfaat kegiatan airsoft ini, antara lain melatih feeling dan melatih kesabaran untuk bisa menaklukkan lawan,” ungkap Ucok.

Selain piawai ber “war game“, AirsoftSurabaya dipilih sebagai latih tanding oleh jajaran TNI-Polri lantaran komunitas ini bisa menggunakan unit yang merupakan “mainan” sejenis replika senjata api seperti yang biasa digunakan personel TNI-Polri. Airsoft gun sepintas mirip senjata api yang terbuat dari bahan plastik atau campuran plastic dan metal (nonbaja) yang dapat melontarkan ball bullet (BB) dengan kecepatan lontar sesuai standar internasional, yaitu maksimal 395 fps (feed per second).

Pelontar BB ada tiga jenis, yaitu per, gas blow back, dan baterai/AEG (auto electric gun). Harga untuk satu unit ACM (All China Made) ini bervariasi antara Rp 1-3 juta.

Amunisinya? BB juga terbuat dari bahan plastik dengan berat 0,12-0,35 gram. Untuk satu kantong BB berisi 4000 butir bisa diperoleh dengan sangat murah, Rp 100.000. Ini jadi alasan lain komunitas ini dipilih sebagai mitra tanding.

“Selain biasanya berlatih dengan lawan statis, jajaran TNI-Polri juga selalu menggunakan peluru hampa. Ini tentu kurang gregetnya, sebab “kontak” tidak bisa dirasakan langsung. Lawan tidak bisa merasakan dirinya terkena tembakan atau tidak. Hanya efek suara yang sama menggelegarnya,” papar jambul.

Untuk menggunakan peluru asli, selain berisiko melukai lawan, harga satu butir peluru baja itu juga tidak murah. Satu butir peluru harganya berkisar antara Rp 20.000-Rp 25.000. Tak heran jika personel TNI dan Polri jadi hemat, karena mereka berprinsip one shoot one target.

Berlatih dgn komunitas AirsoftSurabaya yang menggunakan airsoft gun tentu dirasa lebih ‘real’. Sebab, lawan yang terkena target tembakan benar-benar bisa merasakan sentilan ball bullet dari unit laras panjang maupun laras pendek ini.

“Kami senang hobi yang kami tekuni bisa memberi sumbangsih bagi NKRI, khususnya jajaran TNI-Polri. Dengan selalu berlatih bersama, maka diharapkan personel TNI-Polri dapat meningkatkan intuisinya saat menghadapi lawan sesungguhnya. Bisa menerapkan strategi yang tepat buat menundukkan musuh-musuhnya,” pungkas Ucok. AHMAD PRAMUDITO

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "