Sumbermanjingwetan - SURYA- Setelah sekian lama ditanami kakao, Kebun Pancursari milik PTPN 12 akhirnya kembali pada tanaman yang ditanam pada zaman Belanda, yakni karet. Penanaman karet ini melibatkan 1.300 pekerja dari enam desa.
Manajer Kebun Pancursari, Budi Karyono mengatakan, Kebun Pancursari yang terletak di Kabupaten Malang ini memiliki luas 3.029 hektare. Rencana ditanami karet seluas 1.149 hektare, cengkeh 1.005 hektare, aneka kayu 220 hektare dan areal lain-lain seluas 664 hektare, termasuk 550 hektare untuk hutan.
“Pada zaman Belanda dulu, Pancursari sebenarnya sudah ditanami karet. Namun, kemudian diubah dengan tanaman kakao. Namun, karena serangan hama penyakit. RC Getas Salatiga merekomendasi untuk ditanami karet lagi seperti zaman Belanda dulu,” ungkap Budi, Senin (29/3).
Penanaman karet ini dilakukan bertahap dalam kurun waktu 2010-2014. Tahap pertama ini, lahan yang ditanami karet mencapai 160 hektare. Dengan investasi per hektare mencapai Rp 300 juta, diharapkan pada 2015 nanti akan ada pabrik sendiri untuk mengolah hasil karet itu.
Potensi karet dinilai masih bagus meski menghadapi persaingan dengan industri karet sintetis. nvie
Editor : jps