Komplotan Bersenpi Rampok Pedagang Emas

LHOKSEUMAWE - SURYA- Seorang pedagang emas yang berjualan pada hari pekan dirampok komplotan bersenjata api (senpi) ketika korban dalam perjalanan dengan sepeda motor dari Matang Geulumpangdua, Kabupaten Bireuen ke ibu kota Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (10/3) pagi. Di bawah todongan senpi, korban kehilangan 12 ons emas senilai Rp 400 juta.

Menurut informasi yang diterima Serambi, korban perampokan itu bernama Salmun (32), warga Matang Geulumpangdua. Musibah itu terjadi ketika Salmun bersama seorang rekannya bernama Mahyudi (27) yang juga pedagang emas sedang melaju dengan sepeda motor menuju ibu kota Kecamatan Sawang, Aceh Utara untuk berjualan emas pada hari pekan di kecamatan itu.

Menurut Salmun, kebiasaan berjualan emas pada hari pekan (warga Aceh menyebut uroe gantoe) sudah dilakoninya sejak 1999. Bahkan ketika Aceh didera konflik, kebiasaan itu tetap dilakukan Salmun. “Selama bertahun-tahun tak pernah ada masalah. Namun kali ini musibah menimpa saya,” ujar korban.

Pada Rabu kemarin, sekitar pukul 08.30 WIB, ketika sepeda motor yang ditunggangi Salmun bersama rekannya, Mahyudi memasuki kawasan Gampong Teungoh, Kecamatan Sawang, Aceh Utara mendadak dihadang oleh seorang laki-laki bersebo bersenjata api laras panjang yang melompat ke tengah jalan. Salmun yang sedang memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi–karena jalanan mulus–mendadak mengerem sehingga hilang kendali dan terjatuh. “Ketika jatuh saya langsung angkat tangan sambil membuka helm karena saya pikir ada razia teroris,” kata Salmun.

Perkiraan Salmun ternyata salah. Sebab dari balik semak-semak muncul tiga pria lainnya yang juga menggunakan sebo dan dengan gerak cepat merampas semua emas yang dibawa Salmun. Selanjutnya dengan gerakan cepat pula komplotan pelaku melarikan diri menggunakan dua sepeda motor. “Salah satu sepeda motor itu jenis Honda Win, sedangkan yang satu lagi tidak jelas jenisnya,” kata Salmun.

Mahyudi lolos
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Zulkifli melalui Kapolsek Sawang, Ipda Ichsan membenarkan kasus perampokan yang menimpa Salmun, pedagang emas dari Matang Geulumpangdua. Menurut polisi, jumlah pelaku belum bisa dipastikan, ada yang menyebut empat orang dan ada juga yang mengatakan lima.

Namun yang pasti, kata Kapolres Lhokseumawe, dalam kejadian itu hanya emas milik Salmun yang berhasil dilarikan pelaku. Sedangkan emas milik Mahyudi selamat karena korban langsung kabur ketika sepeda motor terjatuh. Pelaku perampokan disebut-sebut lari ke arah Bireuen. Kasus itu sendiri sudah dalam penanganan aparat kepolisian.bah/serambi indonesia

Dibaca: 423 kali

  • Editor : jps

Kirim Komentar