TANGERANG l SURYA Online- Ustad Abu Jibril, guru ngaji di masjid Al Munawaroh, angkat bicara terkait tuduhan bahwa terorisme di Pamulang mengarah pada dirinya. Apalagi Dulmatin alias Yahya Ibrahim tinggal di Pamulang.
“Saya tidak kenal Dulmatin dan juga tidak kenal yang lain,” kata Abu Jibril kepada wartawan di rumahnya, Komplek Witanaharja III, Blok C, No 137. Kamis (11/3/2010) sore tadi dia menggelar jumpa pers untuk membantah keterkaitannya dengan pelaku terorisme di Aceh yang saat ini sedang dicari oleh Densus 88 dan Brimobda Aceh tersebut.
Dikatakan Abu Jibril, dirinya juga tidak mengetahui sama sekali kabar yang mengatakan bahwa Dulmatin pernah ke masjid Al Munawaroh. “Saya tidak kenal dengan Dulmatin di masjid Munawaroh. Saya tidak mengerti Dulmatin ada di Munawaroh,” sambungnya menerangkan.
Terkait tuduhan tersebut, ayah Muhammad Jibril tersebut hanya bisa berlapang dada dan bersabar. Meskipun tuduhan orang tertentu yang mengatakan dirinya teroris sejak datang pertama kali ke Witanaharja sejak 2005 sampai sekarang. ”Saya lebih sabar saja. Biar Allah yang membalasnya. Capek saya ngurusin itu,” katanya.
Kalau daerah Pamulang yang selalu diidentikkan sebagai sarang teroris, Abu Jibril memiliki beberapa penilaian. Pertama, katanya, hal itu sebuah takdir. Karenanya dia tidak mengetahui perkara itu berlaku. “Kalau ini (Pamulang tempat teroris) rekayasa, wallahu’alam,” sambungnya.
Ketika dikonfirmasi soal adanya mobil berlogo Al Munawaroh berada di Gang Madrasah, tempat komplotan Dulmatin mengontrak, sebagaimana yang dilihat warga, menurut Abu Jibril, hal tersebut tidak benar. “Karena masjid Al Munawaroh sampai saat ini tidak memiliki mobil operasional,” katanya lagi.
Katanya, masjid Al Munawaroh memiliki banyak logo. Selain itu masjid juga mencetak buku-buku dan buletin. “Barangkali saja logonya sama. Mungkin waktu itu warga melihat buku atau buletin Al Munawaroh ada di mobil tersebut,” selorohnya. Kcm
Dibaca: 428 kali