Imam Besar Mesir Berpulang

MESIR - SURYA - PEMIMPIN agama Mesir Syekh Muhammad Sayyid Tantawi, yang juga merupakan Syaikhul Kabir al-Azhar, dilaporkan telah meninggal karena serangan jantung dalam kunjungannya ke Arab Saudi, seperti dilaporkan kantor berita resmi Mesir MENA pada hari Rabu ini (10/3).
Syaikh Tantawi meninggal pada usia 81 tahun saat berada di Riyadh untuk menghadiri upacara penghargaan King Faisal Prizes. Syaikh Tantawi dikenal sebagai seorang ulama yang amat sangat moderat, bahkan terkadang dianggap sebagian umat kebablasan. Dan ia juga sering mengecam kelompok-kelompok Islam yang dianggap Islam garis keras.
Dirinya juga termasuk ulama yang mendukung fatwa Majma Buhuts Al-Islami Al-Azhar yang meng ‘halalkan’ pendirian tembok baja Mesir.
Langkahnya itu dianggap sebagai bagian dari mengintensifkan perjuangan antara Islam moderat yang diperjuangkan oleh negara dan rakyat Mesir yang berpaling dari pemahaman Islam yang ‘ketat’.
Syaikh Tantawi menjadi Imam besar al-Azhar sejak tahun 1996. Al-Azhar adalah salah satu lembaga yang paling terkemuka di dunia Islam Sunni memiliki banyak sekolah, universitas terkenal dan lembaga pendidikan lainnya di seluruh Mesir.
Pernyataan Syekh Tantawi pada akhir tahun 2009 lalu sempat menghebohkan kalangan umat muslim yang bercadar, karena pandangannya yang moderat.

Cadar Bukan Ibadah
Dalam sebuah acara Al Bait Baitak di sebuah stasiun televisi Mesir Syeikh Tantawi menjelaskan tentang padandangannya soal muslimah yang bercadar. Dalam program itu tema yang diangkat mempertanyakan sikap Syeikh Al Azhar terhadap cadar yang dikenakan salah seorang siswinya di dalam kelas, yang berbuntut panjang. Bahkan hal ini kemudian mengheboh Mesir yang banyak dibahas di berbagai media massa.
Menurut eramusmuslim.com, dalam acara tersebut Syeikh Tantawi menegaskan, bahwa dirinya sangat menghormati cadar begitu juga tidak pernah menjelek-jelekan muslimah yang mengenakannya. Ia juga tidak pernah menjelekkan para muslimah karir yang pergi bekerja ke kantor untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dirinya kemudian menjelaskan, bahwa cadar itu merupakan bagian dari adat dan bukan terhitung ibadah, namun demikian dirinya tidak menentang penggunaannya.
Syeikh Tantawi kemudian membantah atas pernyataan dirinya yang tersebar di media-media selama ini, dituliskan bahwa ia memperolok sang siswi Al Azhar yang bercadar dan mengatakan, “Saya lebih paham dalam hal agama dibanding dirimu dan juga kedua orang tuamu.”
Syeikh Tantowi pun mulai menguraikan apa yang terjadi sesungguhnya. Ia menjelaskan, bahwa ketika dirinya pergi untuk memeriksa kesiapan sekolah menyambut awal tahun ajaran di salah satu sekolah Al Azhar di kawasan 10th District Nasr City Cairo, dirinya memasuki sebuah kelas dengan ditemani seorang staff pengajar di sekolah itu. Di kelas yang terdiri dari 15 orang siswi itu satu diantaranya mengenakan cadar.
Dirinya kemudian meminta ke siswi bercadar tersebut untuk mengangkat cadarnya karena ingin diajaknya bicara, namun permintaan tersebut tak diindahkan. Ia lalu meminta bantuan kepada pihak sekolah, agar siswi itu berbicara padanya, maka siswi itu pun diminta untuk membuka cadarnya.
Syeikh kemudian menanyakan kepada siswi tersebut, “Kenapa memakai cadar sedangkan dirimu berada di kelas yang semuanya adalah perempuan? Mengapa dirimu memiliki pemahaman yang mutasyadid (keras) dalam beragama. Di dalam kelas yang jelas semuanya adalah perempuan baik siswi dan pengajarnya, dirimu tak perlu mengenakan cadar”. jelas Syeikh Tantawi.
“Tidak ada larangan bagi siswi yang bercadar memakainya ketika berangkat dari rumahnya menuju sekolah kemudian mengikuti apel pagi, namun ketika sudah masuk ke kelas, maka silahkan melepas cadarnya”, tambah Syeikh Tantaowi mengakhiri penjelasannya.
Selamat jalan Imam Besar Al-Azar, Mesir.

Dibaca: 461 kali

  • Editor : Dodo HW

Kirim Komentar