JAKARTA l SURYA Online — Rieke Diah Pitaloka mengaku masih shock dengan tindakan tidak senonoh salah seorang oknum dokter yang dianggapnya telah melakukan pelecehan terhadap dirinya. Tak terima atas tindakan tersebut, bintang sinetron yang kerap disapa Oneng ini, melaporkan salah satu dokter yang bertugas di Rumah Sakit Labuan Baji, Makasar, Sulawesi Selatan, ke Mapolda Sulselbar, Selasa (9/3/2010).
Aksi pelecehan tersebut terjadi Senin (8/3/2010) kemarin siang, bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional ini. “Apa yang dia lakukan itu sudah mengarah kepada tindak pidana seperti yang termaktub dalam KUHP pasal 289-296 (pelecehan seksual), Pasal 301 (Penghinaan) , dan pasal 335 (1) (perbuatan tidak menyenangkan). Dia harus mendapat pelajaran, perempuan tidak bisa dilakukan seenaknya seperti itu,” kata Rieke yang juga salah seorang anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR ini kepada Persda Network.
Diceritakan istri Doni Garhral, salah seorang dosen Filsafat Universitas Indonesia (UI) itu, kejadian pelecehan terhadap dirinya itu terjadi, saat dirinya bersama 17 anggota DPR, khususnya Komisi IX –membidangi masalah kesehatan– melakukan kunjungan kerja ke Makassar, Sulawesi Selatan.
“Ketika itu, saya bersama anggota dewan yang lainnya melakukan presentasi. Kemudian, ada salah satu orang dokter menyanggah omongan saya tanpa melalui pimpinan. Nah, selesai acara, orang, dokter yang sama ini ikut foto- foto bersama ibu-ibu. Katanya ’saya ikutan’. Saya anggap, biasalah kalau ada yang mau foto,” cerita Rieke.
“Tapi kemudian, dia merangkul saya. Saya bilang, ‘nggak usah peluk-pelukan, nggak usah merangkul, biasa saja’. Karena sambil jalan dan banyak orang, saya pikir nggak usah diributin. Dia kemudian minta foto lagi. Nah, pas foto yang kedua itu, terus dia bisik-bisik ke kuping saya, ke pipi lah. Saya nggak ngeh. Terus dia bilang, ’saya sun ya-saya sun ya’. Apa-apaan ini!” bentak Rieke sambil menirukan perkataan dokter itu.
Yang bikin Rieke kesal, lantaran oknum dokter itu malah cengar-cengir tanpa perasaan bersalah dan malah berujar begini: “Ini kan biasa, Anda kan publik figur. Ah, kan nggak ada orang kan yang denger,” ujar Rieke lagi menirukan perkataan sang dokter.
Rieke pun langsung membalas ucapan sang dokter. “Biasa apa, saya tidak biasa. Saya nggak pernah foto dirangkul-rangkul. Lho, memang nggak denger karena bapak bicaranya bisik-bisik. Menghina sekali. Meskipun saya publik figur, Anda tidak berhak memperlakukan saya seperti itu. Saya datang ke sini ini, tugas negara sebagai anggota DPR RI, resmi,” cerita Rieke lagi.
Dokter itu, kemudian mengajak salaman. Namun, Rieke merasa dokter yang dianggapnya melakukan sikap tidak senonoh itu merasa tidak bersalah apa yang telah diperbuat kepadanya. Rieke pun naik pitam, marah-marah, tidak terima atas sikap dokter itu kepadanya. Tak beberapa lama, dokter itu bersama pimpinan rumah sakit menghampirinya untuk meminta maaf.
“Waktu minta maaf, alasannya lain lagi. Dia bilang, ‘iya, saya terlalu antusias karena selama ini tidak ada anggota DPR yang datang’. Dari sini saya yakin, dokter ini memang sejak awal berniat tidak baik kepada saya. Dia bilang saya publik figur. Tentu saja saya marah, apakah publik figur dianggap wajar diperlakukan seperti itu,” keluhnya.
Dikatakan Rieke, kalaupun ia mengambil langkah hukum, lantaran ia ingin memberikan contoh kepada para kaum perempuan untuk tidak takut dalam bersikap tegas dan melaporkan ke penegak hukum bila merasa diperlakukan tidak senonoh.
“Banyak yang beranggapan demikian, artis menjadi anggota dewan kemudian bisa dipojokkan. Saya sudah bekerja setengah mati, tapi saya masih mendapat perlakuan seperti itu. Bayangkan, di depan publik dia berani melakukan hal seperti itu apalagi dia seorang dokter internis. Saya memproses hukum, juga sebagai efek jera agar tidak lagi ada perlakuan sama karena saya yakin, terjadi pada orang lain bentuk pelecehan terhadap kaum perempaun,” tandasnya. Kcm
Dibaca: 719 kali