Home » Malang Raya

Upah Buruh TPA Naik Rp 5.000, Susetya: Tenaga Outsourching Jangan Mimpi

Batu-Surya- Sebanyak 40 buruh pemilah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung, Batu akhirnya bisa sedikit lega. Setelah sempat protes dengan minimnya upah yang mereka terima, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batu akhirnya menaikkan upah tersebut.
Pekerjaan berat para pemilah sampah ini akhirnya naik menjadi Rp 25.000 per hari dari semula Rp 20.000 perhari.

Meskipun, honor para buruh pemilah sampah di TPA Tlekung ini sudah naik, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batu, Susetya Herawan, mengingatkan jika itu hanya sebatas kenaikan gaji. Sedangkan untuk peningkatan status seperti yang diinginkan para buruh dari pekerja harian lepas menjadi pegawai tetap tidak akan dijamin.
“Kami hanya tak ingin para pekerja outsourching ini terbuai mimpi. Karena kami tidak pernah menjanjikan jenjang karier apapun saat mereka dipekerjakan, maupun saat gaji sudah naik ini,” tukas Susetya, Jumat (26/2).

Naiknya upah ini tidak mempengaruhi jam kerja mereka. Sebanyak 40 buruh ini tetap bekerja mulai 07.30 WIB hingga 15.00 WIB. Setiap harinya, buruh di TPA Tlekung memilah sampah yang baru diturunkan dari dump truk. Sampah dipilah menjadi dua yaitu jenis organik dan sampah plastik. Untuk sampah organik langsung dicacah ulang untuk dijadikan pupuk organik.

“Kenaikan gaji itu sudah bisa dinikmati para pekerja mulai awal bulan Februari ini. Kami harap kenaikan ini dapat membuat pekerja lebih bersemangat bekerja,” harapnya.
Hal ini disambut baik buruh yang keseluruhannya memang warga Desa Tlekung. “Pekerja sangat senang, meski hanya naik Rp 5.000 per harinya,”ujar Triono, mandor pekerja pengolah sampah TPA Tlekung.

Disinggung tentang pemanfaatkan TPA Tlekung yang belum sepenuhnya optimal dalam menampung semua sampah dari masyarakat Batu, Susetya, mengatakan hal ini tergantung dari relokasi SDN Tlekung 1. Penggunaan TPA Tlekung baru akan maksimal jika siswa sudah dipindahkan ke bangunan TK dan SD yang baru. Namun hingga saat ini pihaknya masih menunggu proses finishing pembangunan gedung yang baru untuk siswa yang ada. “Kami yakin dalam tahun ini semuanya akan berjalan maksimal. Sehingga TPA Ngaglik bisa ditutup sepenuhnya,” tandasnya.rea

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "