GRESIK - Surya- KPUD Kabupaten Gresik secara resmi telah menutup masa pendaftaran cabup-cawabup, Kamis (25/2), pukul 00.00 WIB. Hasilnya, enam pasangan telah resmi mendaftar untuk mengikuti pilkada 26 Mei 2010. Dari enam pasan kandidat tersebut, satu pasang berangkat dari jalur independen dan lima melalui jalur partai politik.
Pokja Pendaftaran KPU Gresik Abdul Basid mengungkapkan meski para kandidat itu telah resmi mendaftar, namun sebagaian besar dari mereka masih belum melengkapi semua dokumen yang disyaratkan oleh KPU.
“Itu wajar saja, karena memang ada beberapa dokumen yang harus didapat dari Surabaya dan Jakarta. Kita akan menunggu, agar mereka melengkapi semua dokumen yang disyaratkan,” ujar Basid, usai menutup pendaftaran di KPU, Kamis (25/2) tengah malam.
Ia mengatakan, setelah menerima berkas pendaftaran, tahap berikutnya yang akan dilaksanakan adalah pemeriksaan kesehatan para kandidat.
Kalau dalam pilbup lima tahun lalu pemeriksaan kesehatan cukup di rumah sakit (RS) di Gresik, sekarang pemeriksaan harus di RSU Dr Soetomo Surabaya. Hal itu berdasarkan saran dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik.
“Kami tidak tahu alasannya, kenapa pemeriksaan harus dilakukan di RSU Dr Soetomo Surabaya. Ini semua yang mempunyai kewenangan adalah Dinkes Gresik berdasarkan Peraturan KPU 68/2009,” katanya.
Karena lokasi pemeriksaan kesehatan di Surabaya, maka KPU, kata Basid, akan mengubah jadwal pemeriksaan. Bila jadwal sebelumnya mulai 26 Februari hingga 4 Maret, maka dirubah menjadi 8-11 Februari.
“Pemeriksaan kesehatan dilakukan menyeluruh, biayanya Rp 3,5 juta untuk setiap pasang yang akan ditanggung penuh oleh KPU,” ujar Basid.
Enam pasangan, yang sudah mendaftar adalah Sambari-Qosim (SQ), Mujitabah-Suwarno (independen), Husnul Khuluq-HM Musyaffa’ Noer (HuMas), Bambang Suhartono-Abdullah Qonik (BaNi), HM Sastro Soewito-H Samwil (S2BY), dan Muhammad Nashihan-Syamsul Maa’rif (MA). n san
Editor : jps