LONDON - SURYA- Portsmouth menjadi klub pertama di Premier League yang harus mencari proteksi karena bangkrut dan hampir pasti degradasi. Pengadilan tinggi Inggris, Jumat (26/2), memutuskan bahwa klub itu pailit. Portsmouth pun harus memotong beberapa anggarannya agar bisnisnya tetap bertahan.
Klub yang kini menghuni dasar klasemen Premier League dengan nilai 16 itu pun hampir dipastikan degradasi. Sebab, mereka akan mendapat pengurangan nilai karena ketidak sanggupan mengelola keuangannya. Portsmouth masuk administrasi keuangan pengadilan tinggi hanya dua tahun setelah menjuarai Piala FA.
Musim ini, Portsmouth sudah berganti-ganti pemilik. Balram Chainrai merupakan pemilik musim ini tapi masih belum juga sanggup mengatasi krisis klub yang terlilit utang sebesar 70 juta pounds (sekitar Rp 994,4 miliar).
Meski Portsmouth akan terus berjalan dengan proteksi kreditor, degradasi rasanya sudah tak terhindarkan. Sebab, karena kondisinya, mereka akan terkena pengurangan nilai 9 poin.
Pengadilan telah menunjuk administrator Andrew Andronikou menangani manajemen. Dia mengusulkan kepada Premier League untuk diberi izin menjual beberapa pemainnya guna mendapat dana sekitar 11 juta pounds (sekitar Rp 156,3 miliar). Dana tersebut nantinya untuk menjadi pijakan menyehatkan klub.
“Saya berharap ada semacam konsesi dari Premier League. Saya harus mengembangkan modal yang ada dalam dua bulan ini. Sebagai bagian dari proses itu, saya harus menjual satu atau dua pemain,” katanya. AP/hpr/kcm
Editor : jps