Home » Surabaya Metro

Digagas, Klinik Pendidikan untuk Guru

Hanya untuk Masalah Berat
SURABAYA - SURYA-
Untuk memperbaiki dunia pendidikan di Jatim, Dinas Pendidikan (Dindik) akan membentuk klinik pendidikan. Klinik ini nantinya berfungsi menyelesaikan permasalahan dalam dunia pendidikan, terutama terkait proses belajar mengajar.
Demikian disampaikan Kepala Dindik Jatim Suwanto. “Layanan konsultasi yang diberikan nanti, misalnya, terkait bagaimana metode pengajaran yang baik dan cara pembuatan bahan ajar,” ujarnya, Jumat (26/2).

Dua hal tersebut perlu dicarikan wadah konsultasinya untuk memberikan solusi. Karena selama ini para guru, kata Suwanto, banyak mengeluhkan kesulitan dalam proses belajar mengajar.

Selain untuk guru, klinik pendidikan juga akan memberikan konsultasi kepada para kepala sekolah, terkait bagaimana mengelola lembaga sekolah agar program-programnya dapat berjalan dengan baik dan menunjang keberhasilan anak didik. “Jangan sampai berbagai keluhan tersebut mengganggu kualitas pendidikan di sekolah. Makanya, insya Allah bulan Maret nanti kita berharap klinik pendidikan sudah dibentuk,” jelasnya.

Untuk mewujudkannya, pihaknya akan bekerja sama dengan sejumlah pakar pendidikan untuk semua jenjang dari perguruan tinggi. Mulai dari pakar pendidikan untuk tingkat TK, SD, SMP, dan SMA. Selain itu, tenaga kependidikan (guru) kelas nasional yang dimiliki Jatim juga akan digandeng. Dengan begitu diharapkan problem pendidikan yang menjadi momok bagi guru dapat diurai dan dipecahkan. “Namun, pemecahan masalahnya tidak langsung oleh tim ahli,” tukas Suwanto.

Untuk para guru, jika menghadapi masalah, harus melaporkan dulu ke guru senior atau pengawas sekolah untuk dibahas dalam forum Kelompok Kerja Guru (KKG) atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Sementara kepala sekolah dapat melaporkan kepada forum Musyarawah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) atau Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS). Jika masalah yang dilaporkan tersebut tidak dapat dipecahkan oleh guru senior atau pengawas serta forum MKKS, baru guru dan kepala sekolah yang bersangkutan dapat menyampaikannya ke klinik pendidikan. “Jadi keberadaan klinik pendidikan nanti hanya akan menyelesaikan masalah yang yang dinilai berat. Bukan setiap ada masalah semuanya disampaikan ke klinik pendidikan,” imbuh mantan Kepala Dinas Infokom ini.

Dikonfirmasi hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pendidikan Jatim Dr Eny Haryati menyambut baik rencana tersebut. Ia berharap klinik pendidikan benar-benar sebagai wahana untuk mengurai sejumlah permasalahan pendidikan, agar kualitas pendidikan semakin meningkat. “Makanya rencana tersebut perlu didukung, sepanjang benar-benar untuk meningkatkan profesionalisme,” katanya.

Meski demikian, setelah resmi dibuka layanannya, pihaknya, kata dosen Universitas Dr Soetomo Surabaya ini, berjanji mengawal program tersebut. Hal itu dinilai penting, agar pelaksanaannya sesuai dengan konsep dan tujuan yang diharapkan.nuji

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "