Home » Berita Terkini » Sumatera

Defisit 5 MW, Banda Aceh Padam Bergilir

* Komisi C: Percepat Pengoperasian Turbin Arun
Kutaraja
BANDA ACEH - SURYA-
Kawasan Banda Aceh dan sebagian Aceh Besar kembali mengalami pemadaman listrik bergilir mulai Rabu kemarin hingga Jumat (26/2), sebagai dampak dilakukannya pemeliharaan mesin pembangkit di sektor Luengbata, Banda Aceh. Sehingga menyebabkan terjadinya defisit listrik sebesar 5 Mega Watt (MW).

“Mesin pembangkit di sektor Luengbata sedang dilakukan pemeliharaan sehingga terjadi defisit 5 MW. Beberapa daerah akan mengalami pemadaman bergilir,” kata Deputy Manager Komunikasi dan Hukum PT PLN (Persero) Wilayah Aceh, Said Mukarram SE, kepada Serambi, Rabu 4/2). Sesuai dengan pengumuman jadwal pemadaman bergilir yang diumumkan PLN Cabang Banda Aceh kemarin, pemadaman bergilir terjadi selama tiga hari sejak tanggal 24 Februari 2010. “Sampai kapan pemeliharaan dilakukan? Itu tergantung jadwal yang ditetapkan PLN Banda Aceh,” kata Said.

Disambar petir
Sementara terkait dengan pemadaman yang terjadi hampir di sepanjang pesisir timur Aceh pada Selasa (23/2) malam, Said mengatakan, pemadaman terjadi akibat adanya gangguan di sirkuit I antara tower 210-217 perbatasan Langsa dan Pangkalan Brandan. “Pasokan listrik terputus akibat terkena sambaran petir. Setelah kerusakannya diperbaiki, arus listrik ke Aceh kembali normal pada pukul 00.05 WIB. Seandainya masih terjadi pemadaman di Banda Aceh, itu karena defisit arus akibatnya adanya pemeliharaan mesin,” jelas Said Mukarram.

Turbin Arun
Sementara itu, terkait masalah kelistrikan di Aceh, Komisi C DPR Aceh juga merekomendasikan kepada pemerintah Aceh agar segera mempercepat pengoperasian turbin Arun yang telah dihibahkan kepada pemerintah Aceh. Permintaan itu disampaikan Sekretaris Komisi C Dalimi SE AK, yang mengaku sudah meninjau kondisi tiga turbin dimaksud yang berada di areal seluas 6,4 hektare.

Menurut Dalimi, sejak dihibahkan ke pemerintah Aceh tujuh bulan lalu, sampai kini belum ada tindakan nyata dari pemerintah Aceh untuk mengoperasikannya. Padahal kalau turbin ini difungsikan, bisa menutupi defisit listrik sebesar 60.000 kilowatt. Menurut Dalimi, turbin ini belum bisa difungsikan karena harus ada perbaikan dan penambahan alat untuk suplai arus listrik. Untuk pembenahan ini pihak perusahaan PT Trang Bumi Nanggroe Aceh yang merupakan anak perusahaan daerah PDPA siap melakukan perbaikan meski tanpa menggunakan dana APBA. “Kami berharap pemerintah Aceh bertindak cepat untuk mengatasi masalah listrik di Aceh,” pintanya.yos/swa/serambi Indonesia

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "