Kebijakan Tunggu Pelantikan Direksi baru
SURABAYA - SURYA- Pedagang Pasar Tambahrejo terus melanjutkan boikot iuran layanan pasar (ILP) sampai dan tuntutan revisi kenaikan 50 persen secara bertahap, dipenuhi PD Pasar.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Tambahrejo H Ichsan mengatakan, hampir seluruh pedagang yang terkena kenaikan ILP kisaran 95 persen sepakat soal boikot tersebut.
Bahkan para pedagang tidak akan mundur meski PD Pasar Surya menerapkan sanksi penyegelan terhadap kios mereka.
“Permintaan revisi kenaikan ILP sebesar 50 persen dari tarif sebelum bulan Agustus 2009 lalu bagi pedagang sudah harga mati. Makanya mereka akan ngotot tidak akan membayar ILP jika revisi seperti yang diinginkan pedagang tidak dikabulkan karena waktu itu sudah ada kesepakatan antara perwakilan pedagang, PD Pasar Surya dan DPRD Kota Surabaya,” kata Ichsan kepada Surya, Jumat (26/2).
Diakui Ichsan, umumnya pedagang cukup mengerti akan kesulitan PD Pasar Surya yang menaikkan ILP hingga mencapai 95 persen tersebut. Tetapi seharusnya PD Pasar Surya juga melihat kondisi dan situasi pedagang bersama omzet yang didapat sekarang ini. Karena bagaimanapun, apabila pedagang dipaksa mengikuti kenaikan tarif ILP yang telah ditetapkan PD Pasar Surya, maka bisa dipastikan akan banyak yang gulung tikar.
“Itu sebenarnya menjadi dasar mengapa pedagang tetap ngotot melakukan boikot ILP meski akan berdampak pada menumpuknya tagihan kepada pedagang,” tandas Ichsan.
Oleh karena itu, menurut Ichsan, pedagang meminta perhatian semua pihak terkait kenaikan ILP. Apalagi ditengah ketatnya persaingan dengan pasar moderen yang bermunculan di Kota Surabaya telah banyak mempengaruhi penurunan omset pedagang di pasar tradisional.
Ketua Komisi B DPRD Surabaya, M Machmud mengaku prihatin dengan masalah PD Pasar yang berkepanjangan dan berharap segera disikapi Pemkot.
Humas PD Pasar Surya Oscar Rachwardady mengatakan, atas aksi boikot kenaikan ILP oleh pedagang hingga sekarang belum ada tindakan sanksi karena PD Pasar Surya lebih menempuh jalan musyawarah dengan mendekati dan berkomunikasi dengan para pedagang yang memboikot ILP.
“Jalan itu yang kini ditempuh PD Pasar Surya, mengedepankan musyawarah dengan pedagang soal kenaikan ILP,” kata Oscar.
Di samping itu, langkah persuasif PD Pasar Surya juga sekaligus untuk menunggu adanya kebijakan baru dari jajaran direksi baru yang sebentar lagi akan dilantik oleh Wali Kota Surabaya.
“Mudah-mudahan saja direksi yang baru nanti bisa mencarikan solusi terbaik atas kenaikan tarif ILP yang hingga sekarang masih belum diterima seluruhnya oleh pedagang,” tutur Oscar yang juga mengakui akibat aksi boikot ILP telah mengancam penurunan nilai pendapatan PD Pasar Surya.naru
Editor : jps