JAYAPURA | SURYA Online - Persipura Jayapura membekuk PSM Makassar 2-1 dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI), di Stadion Mandala, Sabtu (27/2/2010). Kini, Persipura duduk di posisi kedua dengan 39 poin, atau hanya kalah tiga angka dari penguasan klasemen Arema Malang.
Sebetulnya, tak mudah bagi Persipura meraih kemenangan tipis itu. Bermain di kandang sendiri, mereka memang mampu unggul lebih dulu melalui Yustinus Pae. Memanfaatkan umpan Ortizan Solossa, Yustinus menaklukkan gawang PSM yang dikawal Samsidar. Namun, PSM berhasil memperbaiki koordinasi permainan dan menyamakan kedudukan melalui Osvaldo Moreno di menit ke-17.
Gol bermula dari serangan balik, yang berujung umpan lambung dari seorang pemain PSM kepada Moreno. Tanpa kawalan berarti, Moreno berhasil menyambut umpan itu dan menanduknya masuk ke gawang Persipura, yang dijaga Jendri Pitoy.
Gol balasan PSM menggugah kewaspadaan Persipura. Hasilnya, selain benteng yang tak mudah ditembus, Persipura berhasil memperbaiki kualitas serangan. Sejumlah peluang emas pun tercipta dari kaki Beto Gonsalves, Tinus Pae, Ortizan Sallosa, dan Stevie Bonsavia. Sayang, performa kiper PSM, Syamsidar, membuat semua usaha sia-sia. Persipura pun terpaksa puas melewati turun minum dengan skor imbang 1-1.
Memasuki babak kedua, pelatih Persipura, Jackson F Tiago menarik keluar Yustinus Pae dan menggantinya dengan Boas Solossa pada menit ke-65 untuk menambah daya dobrak. Meski tak lantas membuahkan hasil, perubahan ini memberikan dampak positif kepada kinerja lini serang Persipura.
Menghadapi lonjakan arus gempuran tuan rumah, PSM terpaksa mengendurkan serangan dan lebih banyak menunggu kesempatan serangan balik. Namun, belum sempat melaksanakan taktik itu, mereka keburu kebobolan oleh gol kedua Persipura yang dicetak Beto Gonzalves di menit ke-86.
Dua menit berselang, Boas Solossa mendapat peluang emas memperbesar keunggulan dari titik penalti. Sayang, sepakannya tertebak oleh Syamsidar, yang dengan cekatan berhasil mematahkannya.
Dalam keadaan tertinggal dan tertekan, PSM masih mencoba menyamakan kedudukan. Namun, peluit keburu berbunyi panjang, sebelum usaha mereka membuahkan hasil.
ant
Editor : Sugeng Wibowo