SURABAYA - Surya- Penghargaan dan kecintaan masyarakat terhadap karya leluhur, Batik, semakin membanggakan.
Itu terbukti dengan semakin membuminya Batik yang tidak hanya digunakan sebagai seragam pegawai negeri atau perbankan, tetapi munculnya gerai-gerai batik di kalangan eksekutif.
Salah satunya dilakukan Mariana Sutandi, pemilik galeri batik Parang Kencana yang membuka galeri baru di Hotel JW Marriott, Kamis (25/2).
Mariana bahkan menyebutkan sudah 30 cabang toko di buka seluruh Indonesia dan galeri di JW marriott ini merupakan yang ke-5. Bahkan sampai membuka di Malaysia yang dikenal tukang caplok budaya bangsa Indonesia.
Sebelumnya, masyarakat Surabaya hanya dapat menemukan koleksi batik khas Parang Kencana di Sogo Dept. Store, Tunjungan Plasa.
Parang Kencana memiliki beragam koleksi batik, mulai dari pakaian wanita, pakaian pria, koleksi untuk para profesional muda dan remaja hingga perlengkapan rumah tangga seperti taplak meja sampai sarung bantal.
Batik Parang Kencana memiliki kualitas tinggi karena proses pembuatannya masih menggunakan cara tulis dan cap yang membutuhkan waktu yang lama. Motif batik yang paling sederhana saja dibuat selama 6 bulan sehingga setiap bulan hanya dapat menciptakan 30 hingga 40 batik dengan tempat produksi di Pekalongan, Cirebon dan Jakarta.
Mariana mendesain sendiri motif-motif tersebut dengan menggabungkan sisi tradisional dan modern. Seperti motif persia yang dipadukan dengan motif parang. Ia juga sering memadukan warna dan gaya yang sedang tren di Paris dengan budaya Indonesia, sehingga batik-batik yang tercipta banyak disukai para remaja dan eksekutif muda.
Para artis pun sering menjadi pelanggan Parang Kencana seperti Ruth Sahanaya, Maia, dan Susan Bachtiar, bahkan pembeli mancanegara, seperti Jepang, Malaysia dan San Fransisco menjadi pelanggan setia batik koleksi Mariana.
Menurut, Mariana yang mengawali kreativitasnya tahun 1992 itu, dewasa ini pengrajin batik tulis mendapat ancaman dari semakin banyaknya batik cetak mesin, karena di jual dengan harga miring.
“Tapi sebaiknya masyarakat membeli batik tulis, karena kualitas dan mutunya lebih tinggi. Selain itu dengan membeli batik tulis berarti menghargai para pengrajin batik tulis dan kebudayaan batik tulis tidak menjadi punah,” harapnya.
Titik Subiyakti, pengusaha Toko Batik Ardila di Pasar Kapasan terlihat antusias melihat koleksi galeri Parang Kencana di JW Marriott.
“Bagi saya tidak masalah dengan banyaknya galeri batik, karena dengan demikian batik bisa merangkul semua kalangan. Baik kelas bawah sampai kelas atas karena harga dan kualitasnya berbeda-beda,” ujarnya.nmg-1
Editor : jps