Home » Citizen Reporter

Membaca Lagi Hatta

Miki Hermanto

Mahasiswa Teknologi Informasi, Universitas Kanjuruhan Malang

miki_hermanto@yahoo.co.id

Kebijakan politik ekonomi kita semakin ditunggangi paradigma kapitalisme neoliberal. Supremasi modal diletakkan lebih tinggi di atas sumber daya alam dan manusia. Saatnya kita tengok ulang Mohammad Hatta, salah satu founding father negeri ini. Hatta dalam Ekonomi Terpimpin, 1979, menulis, kapitalisme adalah een plant van vrenden bodem, sebuah tanaman dari negeri asing.

Menurut Hatta, agar kesejahteraan rakyat tercapai, seharusnya; pertama, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan; kedua, cabang-cabang produksi yang penting, yang menguasai hajat hidup orang banyak, harus dikuasai negara; ketiga, bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikelola negara dan dipergunakan seoptimal mungkin bagi kemakmuran rakyat.

Usaha bersama itu adalah kooperasi; tolong-menolong, gotong-royong dan yang kuat menolong yang lemah. bagi Hatta, jika kooperasi ini dilaksanakan secara konsisten, dapat membendung laju individualisme dan kapitalisme. Cita-cita ini dapat menjadi rahim bagi sosialisme khas Indonesia.

Menurut saya, ada dua kebijakan penting yang harus segera dieksekusi. Pertama, pemberdayaan usaha mikro berbasis koperasi. Keberhasilan program-program Credit Union (CU) di Kalimantan Barat bisa dijadikan rujukan serius. Berkat CU, ekonomi masyarakat perlahan-lahan bangkit. Pemerintah pusat dan daerah kiranya bisa mengalokasikan sekian persen APBN/APBD untuk membantu hidupnya CU-CU di daerah. Dari CU-CU inilah rakyat dapat memperoleh kredit dengan bunga rendah untuk memulai usaha.

Kedua, kebijakan politik ekonomi kita haruslah bertumpu pada sektor pertanian. Lahan-lahan pertanian kita banyak yang dikonversi menjadi proyek-proyek realestat, mal, dan sebagainya.

Mentalitas koruptif yang selama ini telah menggerogoti para pemimpin kita juga harus dikikis. Ini kuncinya. Selama mentalitas koruptif tidak bisa dikikis, selama itu pula bangsa kita akan terpuruk di dalam krisis.n

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "