SURABAYA - SURYA- Dipercaya menjadi Sekretaris DPD Partai Demokrat (PD) Jatim, Fandi Utomo malah menolak jabatan dan menyatakan mundur dari jabatan yang strategis itu.
Alasan Fandi mundur, karena hingga sekarang belum menerima surat keputusan (SK) jabatan sebagai Sekretaris DPD. Padahal, salinan SK DPP yang menyebutkan Fandi sebagai Sekretaris PD Jatim sudah tersebar luas di tangan wartawan dan pengurus partai.
Alasan lainnya, bakal calon wali kota Surabaya yang tidak mendapat rekomendasi dari DPP PD itu, pernah mengungkapkan keengganannya menjabat sekretaris kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Hadi Utomo. Lantaran Fandi merasa tidak cocok bekerja sama dengan Ketua DPD PD Jatim, Ibnu Hadjar. “Dan alasan lainnya, yakni agar kinerja Partai Demokrat bisa maksimal dan lebih efisien,” kata Fandi Utomo kepada Surya, Rabu (24/2) malam.
Apakah mundurnya Fandi untuk memuluskan jalan ikut bertarung dalam Pilwali Kota Surabaya? “Jangan dikaitkan kemunduran saya dengan Pilwali Kota Surabaya. Tapi, ini semua demi kebaikan Partai Demokrat yang dihadapkanpada tantangan berat menjelang 18 pilkada,” ucap adik Joyo Winoto (Kepala Badan Pertanahan Nasional) itu. naru
Editor : jps