Ahmad Bagdja Siap Pimpin NU

SURABAYA | SURYA - Ketua PBNU Ahmad Bagdja menyatakan kesiapannya maju sebagai calon ketua Umum PBNU untuk menggantikan KH Hasyim Muzadi pada Muktamar ke-32 NU, di Makassar, 22-27 Maret 2010.

Pria yang sudah puluhan tahun menjadi pengurus PBNU tersebut, merasa sangat paham dengan problem yang dihadapi NU saat ini.

“Saya sudah 25 tahun di NU, di masa kepengurusan Gus Dur selama 15 tahun, pada periode terakhir sebagai sekjen. Sedang pada masa Pak Hasyim ini 10 tahun dengan jabatan ketua. Jadi, kalau para kiai banyak meminta saya untuk menjadi ketua umum, tentu saya harus siap,” kata Bagdja di sela acara pembukaan Festival Hadrah Nusantara dalam rangka pra-Muktamar NU di Ponpes Tarbiyatut Tholabah, Kranji, Paciran, Lamongan, Sabtu (20/2).

Menurut Bagdja, NU saat ini butuh penataan organisasi yang menyeluruh, karena tantangan yang dihadapi NU semakin berat, baik itu tantangan nasional maupun internasional.

“Untuk itu, butuh pembagian wewenang yang jelas, antara syuriah dan tanfi dziyah. Syuriahnya harus diperkuat, sedang tanfi dziyah sebagai pelaksana,” jelasnya.

Selain itu, semua perangkat NU harus berjalan maksimal, mulai lembaga dan organisasi badan otonom, seperti; Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU dan IPPNU.

“Semua itu harus difungsikan dengan baik. Mereka ada karena dibentuk NU sebagai alat organisasi. Biasanya, kebijakan pusat hanya sampai pada PC (pengurus cabang). Terkadang tidak sampai pada majelis wakil cabang (MWC), apalagi pada ranting. Kondisi seperti ini dikarenakan ketidakkuatan kepengurusan di tingkat bawah,” urainya.

Lebih lanjut, Bagja menjelaskan, Muktamar NU ke-32 yang akan berlangsung di Makassar dinilainya sebagai muktamar yang luar biasa. Karena muktamar mendatang pesertanya tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga datang dari luar ne geri, yaitu PCI (pengurus cabang istimewa) dari semua benua.

“Jadi pada muktamar nanti banyak tamu dari luar negeri, mulai dari Eropa hingga Amerika, dari Asia hingga Australia dan Afrika,” ungkapnya.

Selain Ahmad Bagdja, sebenarnya sejumlah kiai juga telah menyatakan kesiapannya maju sebagai calon ketua umum PBNU. Di antaranya, KH Solahuddin Wahid, KH Masdar Farid Mas’udi, KH Said Agil Siradj dan KH Ali Maschan Moesa. ■ dos/ian

Dibaca: 965 kali

  • Editor : Sugeng Wibowo

Kirim Komentar