Jakarta - Surya- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak terlibat dalam proses pengambilan kebijakan bailout Bank Century.
Sementara Boediono, selaku Gubernur Bank Indonesia saat itu, sangat berperan dalam penanganan Bank Century sejak pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) sampai dengan penetapan sebagai bank gagal dan ditengarai berdampak sistemik.
“Jadi pihak yang paling bertanggung jawab dalam skandal bailout Bank Century ini adalah Boediono dan Sri Mulyani, dengan porsi kesalahan 80 persen di Boediono dan 20 persen di Sri Mulyani,” ujar Mahfudz Siddiq, Wakil Ketua Panitia Angket Bank Century, Selasa (9/2).
Oleh karena itu, PKS berpendapat tidak ada alasan kuat bagi Panitia Angket memanggil presiden sebagai saksi.
Kemarin PKS merupakan satu dari tujuh fraksi yang menyatakan bailout Bank Century bermasalah. PKS bahkan memberikan kesimpulan awal, ada indikasi tindak pidana perbankan dan tindak pidana korupsi.
Sementara itu dua fraksi: Demokrat dan PKB menyatakan bailout tidak bermasalah.
Terpisah, Juru Bicara Wapres Boediono, Yopie Hidayat berharap, agar kesimpulan akhir Pansus Bank Century seperti kesimpulan Partai Demokrat dan PKB. “Semestinya kesimpulan akhir nanti sesuai kesimpulan hasil Partai Demokrat dan PKB,” ujarnya.
Legislatif Dicurigai
PPATK mengendus adanya transaksi mencurigakan dari anggota DPR (legislatif) terkait aliran dana Bank Century.
PPATK justru
tidak menemukan adanya kesamaan nama profil tokoh parpol yang terlibat dalam skandal Bank Century.
“Terdapat indikasi transaksi yang memenuhi kriteria transaksi keuangan yang mencurigakan atas nama salah satu nasabah Bank
Century yang juga merupakan tokoh parpol dan angota DPR,” kata Yunus Husein, Ketua PPATK, saat membacakan kesimpulan PPATK dalam rapat konsultasi Pansus Century di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/2).
Yunus mengatakan, PPATK terus mengumpulkan data. Sebagian datanya sudah dilaporkan ke Pansus Century.
“PPATK tengah melakukan penelitian lebih lanjut atas indikasi transaksi keuangan yang mencurigakan tersebut,” ungkapnya.nviv/dtc
Dibaca: 186 kali