9 Dokter Belajar ke China Telan Anggaran Rp 4 Miliar
SURABAYA - SURYA- Pemprov Jatim berencana menjadikan RSUD Dr Soetomo Surabaya sebagai pusat transplantasi (cangkok) liver (hati), karena banyak warga yang mengidap penyakit ini.
Direktur RSU pemerintah ini, dr Slamet Riyadi Yowono, mengatakan, jumlah anak yang menderita penyakit ini 800 orang. “Untuk orang dewasa pasti lebih besar dari itu,”ujarnya, Senin (8/2), usai bertemu Gubernur Soekarwo.
Jumlah penderita itu tak diimbangi dengan kemampuan dokter spesialis transplantasi organ dan minimnya peralatan serta kurangnya pemahaman masyarakat terkait masalahtransplantasi dan donor.
Meski demikian, kata Slamet, RSU terbesar di Jatim ini sering menggelar transplantasi organ, termasuk kornea, jaringan (tulang dan kulit), hingga ginjal. Hanya cangkok hati yang belum. “Ada banyak kendala teknis dan nonteknis,” jelasnya.
Untuk mewujudkan RSUD ini sebagai pusat transplantasi hati di Indonesia, pihaknya akan mengirim sembilan dokter spesialis dan dua perawat untuk belajar di Oriental Organ Transplant Center (OOTC) Tianjin First Central Hospital (TFCHT) Tianjin, China. Mereka akan belajar selama delapan hari, mulai 16 – 23 Februari 2010. Akhir Maret atau awal April, RSU ini akan melakukan operasi perdana terhadap Ramdan Aldil Saputra, 3, anak pasangan Bambang dan Sulistyowati, warga Desa/Kecamatan Gandusari, Trenggalek, yang menderita kelainan hati (sirosis billier). “Operasinya akan dipimpin langsung Prof Zhang Yang dari Tianjin,” jelas Slamet.
Namun, kata Slamet, pihaknya masih terkendala dana.Dari Rp 4,2 miliar yang dibutuhkan, baru mempunyai dana Rp 3 miliar. Kekurangan Rp1,2 miliar akan dipinjam dari unit lain untuk mempercepat proses.
Gubernur Soekarwo mendukung rencana menjadikan RS kelas A ini sebagai pusat transplantasi hati. “Dengan begitu, tugas kemanusiaan dan fungsi RS sebagai pelayanan kesehatan masyarakat dapat lebih terwujud,” katanya.
Untuk itu, pihaknya siap membantu kekurangan dana Rp 1,2 miliar untuk pengadaan peralatan medis dan sejumlah sarana lainnya. “Segera anggarannya akan kami siapkan,” imbuhnya.
Ketua Tim Dokter Transplantasi RSU Dr Soetomo Prof dr Purwadi SpB menambahkan, setelah tim dokter dan perawat belajar di Tianjing China, pihaknya optimistis transplantasi hati akan dapat dilakukan di Surabaya. Tak perlu lagi ke luar negeri.
“Selama ditunjang peralatan memadai, dari sisi SDM kami sebenarnya siap melakukan transplantasi. Namun, sebagai tahap awal, tim dokter masih akan didampingi tim dokter dari China”, tuturnya.nuji
Dibaca: 347 kali
Teguh Yudi
Sungguh suatu kemajuan yang sangat pesat di bidang ilmu kedokteran Indonesia jika rsud dr soetomo benar-benar menjadi pusat cangkok hati tanah air. Dengan cangkok hati, kemungkinan dapat menyelamatkan pasien penderita dari hepatitis kronik, sirosis (jaringan parut hati) dan bahkan perkembangan ganas (kanker hati) yang risiko kematiannya juga sangat tinggi. Selamat dan Sukses untuk rsud dr soetomo surabaya !!!