Jika Sukses, Bakal Jadi Percontohan di Seluruh Indonesia
SIDOARJO-Surya- Tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) mendirikan sebanyak 8.506 koperasi wanita yang tersebar di berbagai wilayah. Selanjutnya, masing-masing koperasi menerima dana bantuan hibah sebesar Rp 25 juta.
Upaya mendirikan koperasi ini bertujuan menekan dan membatasi gerak para rentenir yang kerap beroperasi di kawasan pedesaan. Model koperasi ini direncanakan jadi percontohan di seluruh wilayah Indonesia.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jatim, Braman Setyo mengungkapkan, sebanyak 3.750 koperasi wanita telah menerima dana hibah pada tahun 2009 lalu. Hingga Maret mendatang, diperkirakan 4.250 koperasi wanita lainnya juga menerima dana hibah yang besarnya serupa.
Sedangkan 506 unit lagi, akan dikucuri dana melalui Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerha (PAPBD) Jatim 2010 nanti. “Total tahun ini sudah terbentuk 8.506 unit koperasi,“ katanya di sela monitoring dan evaluasi (monev) penyaluran dana hibah itu, di Hotel Utami Juanda, Senin (8/2).
Menurut Braman, koperasi wanita yang dibentuk tidak semuanya dirintis dari awal. Sebagian koperasi justru bercikal bakal dari Kelompok Usaha Bersama (KUB), Dasa Wisma (kelompok binaan PKK) dan Unit Pengelola Keuangan (UPK). “Jadi sebagian dibentuk berpola bottom up (dari bawah), “ bebernya.
Dari pengawasan dan evaluasi secara acak di sejumlah koperasi wanita ini, dia berharap dana hibah yang disuntikkan bisa berkembang. Yakni sebesar 20 persen dari Rp 25 juta dana hibah yang diberikan.
“Jika program ini benar-benar berhasil, Pak Gubernur berjanji mengusulkannya ke kementerian koperasi untuk menjadi percontohan di Indonesia,“ tegasnya.
Sesuai namanya, koperasi ini diurusi kaum perempuan. Para anggotanya juga semua perempuan.
Dengan koperasi ini diharapkan kaum perempuan bisa memperoleh modal untuk usaha kecilnya di wilayah pedesaan masing-masing.
“Ini juga sebagai upaya untuk mengurangi gerak para rentenir yang meminjamkan uang dengan bunga yang sangat mencekik,“ paparnya.
Dimas Oky Nugroho, peneliti Democratic Conflict Governance Institute (DCGI) Unair, mengatakan, pihaknya mengakui mendapat tugas mendampingi Dinas Koperasi dan UMKM Jatim untuk memantau perkembangan program pembentukan koperasi wanita ini. Selain memantau prosedur penyaluran, lembaganya juga bertugas mengevaluasi pemanfaatan dana hibah ini.
“Hasil evaluasi akan jadi pijakan untuk kelanjutan program ini, “ ujar Dimas.nain
Dibaca: 41 kali