MALANG - SURYA- Perhiasan sangat identik dengan kaum Hawa, sehingga hampir semua perhiasan dirancang untuk mereka. Barang ini dianggap dapat membuat wanita tampil lebih anggun, elegan dan menunjukkan status sosial. Tak jarang wanita rogoh kocek dalam-dalam hanya untuk mendapat perhiasan yang diinginkan.
Seperti Lisa, dosen Arsitektur Universitas Brawijaya. Saat mengunjungi pameran perhiasan Julia Jewelry di Malang Town Square (Matos), Senin (8/2), ia sibuk memilih perhiasan yang cocok untuk dirinya. Wanita berjilbab ini mengaku pecinta berlian, sehingga kemarin ia banyak bertanya tentang perhiasan yang menarik hatinya itu. “Aku suka yang satu set. Yang penting perhiasan itu nyaman dipakai,” tuturnya pada Surya.
Dalam pameran yang digelar 5-14 Februari di hall tengah Matos itu, Julia Jewelry memamerkan banyak sekali koleksinya. Menurut Mira, Marketing Supervisor Julia Jewelry, menjelaskan pameran yang digelar sebagai acara tahunan itu berbeda dengan yang disajikan produsen perhiasan lain. “Kami memiliki koleksi perhiasan yang lebih komplet, memberi diskon, dan memberi hadiah pada pembeli sebagai ucapan terima kasih kami,” katanya.
Untuk tren 2010, toko ini akan menyuguhkan kembali perhiasan terfavorit konsumen pada tahun-tahun sebelumnya. Perhiasan di toko ini terbuat dari emas kadar 75% serta berlian asli Eropa dengan asahan dari Belgia. Perhiasan yang ditawarkan juga beragam, mulai dari cincin, liontin, gelang, kalung, serta wedding ring. Toko yang satu ini memang menonjolkan produk yang dapat dipakai sehari-hari. “Tetap glamor, tapi simple,” tambahnya sambil memamerkan produknya.
Harga perhiasan ini dibanderol mulai Rp 1.000.000 hingga sekitar Rp 10 juta. Selain bertatah berlian, ada beberapa perhiasan yang dilapisi dengan batuan alam dari Hongkong. Ia mengatakan, untuk urusan perhiasan, konsumen cenderung lebih suka perhiasan impor ketimbang lokal. Untuk penjualan selama 3 hari ini cukup bagus dan sesuai target.mg1
Dibaca: 287 kali